Friday, June 15, 2012

tuhan dan hal-hal yang membingungkan

Pernah ketemu tuhan? Pernah, kata seorang ekstrimis garis keras. Udah ekstrim, ditambah pula garis keras. Sekali pandang, kalian bisa tahu dia sungguh berlebihan. Dimana? Kata saya. "Di langit", jawabnya sinis. Saya menengadah dan mengernyit. Hampir setengah buta menatap matahari siang bolong di jakarta. Ah, ga ada.

Kalau kamu gimana? Sudah pernah ketemu tuhan? Kata saya kepada seorang teman yang atheis. "Tuhan itu memangnya apa?", umpan dikembalikan dengan sempurna. Ciri khas aliansi para pemuda penyanjung ilmu logika, selalu gemar bermain retorika.

Saya tidak pernah mengerti kenapa tuhan selalu disakralkan, seperti hubungan seorang rakyat jelata dengan anggota kerajaan, seperti hubungan seorang pembantu kepada majikan. Akibatnya, banyak manusia yang merasa sungkan. Berkontradiksi dengn pak ustad yang bilang; tuhan adalah si maha pengasih, sebaliknya dia menjadi si sosok maha pemurka. Tuhan seperti menjadi komoditi yang laris di kalangan manusia yang rakus dan selalu merasa kelaparan, seperti bos besar yang melulu harus dibuat terkesan. Saya tak pernah tahu kalau menjilat tuhan ada di dalam salah satu rukun islam.

Tuhan yang saya tahu layaknya seorang kembar siam. Yang tahu kapan saya berbohong ketika semua orang percaya, ketika saya malas bekerja, ketika saya dilanda asmara sampai ketika saya berak di celana. Oleh karena itu, layaknya teman baik yang tahu segala, tak perlu lah saya bersandiwara, apalagi merangkai imaji di depannya. Agama yang saya tahu seperti celana dalam. Basic, penting, awalan dari seperangkat pakaian, harus selalu bersih, tapi ya dipakainya di dalam, bukan untuk dipamerkan ke orang-orang.

Wahai tuhan lihat saya sekarang, telanjang bagai binatang, dan dari semua-semua yang menganggu pikiran saya suatu saat nanti ingin sekali berbincang-bincang sembari minum kopi bersamamu atau kalau boleh, bagaimana kalau kita main gapleh? Pertanyaan pertama, mengapa iblis tak butuh pengacara?

ps: untuk orang-orang yang kerepotan berperang atas nama tuhan.
Santai saja, tuhan tak butuh petinju kelas kacangan.



...

2 comments:

  1. sepakat! karena Tuhan maha kuasa, maka Ia tak perlu dibela. yang penting berbuat baik. ya kan ya kan ya kan? nanti saya ikut mimi kopi bareng ya. pertanyaan pertama, apa bener nih udah kelar kiamat segala macem, kebuka neraka-surga, semua hidup selama-lamanya. i mean, to quote Leonard Hofstadter, "really? i mean forever is a looong time" :D

    *iya gal, saya lagi magabut sampe jam 10 nanti lah #pemalesan :p

    ReplyDelete
  2. hahahahaha forever is damnnn looonggggggg ngopiii yokkkk :D

    ReplyDelete