Tuesday, July 28, 2015

bulan kesembilan

Mereka yang lemah biasanya dibangun dari nostalgia, beberapa dibangun dari pemikiran, dan sisanya - yang nyaris saja langka - adalah mereka yang dibangun dengan iman. Hari ini Idul Fitri. Ratusan orang memadati jalanan untuk bersembahyang, takbir yang dielu-elukan, lalu melakukan gerakan ibadah dengan pikiran yang beterbangan kepada opor ayam, rendang, atau THR yang sedemikian cepat melayang, benar, kan? 

Ini hari yang katanya suci, tapi kita seperti kuda liar yang baru saja dilepaskan dari penjara besi. Semakin banyak saja pertanyaan yang tidak terjawab, semakin banyak pemahaman yang melenyap. Seberapa bagus dan mahal mukenamu, percayalah kau akan terlihat biasa saja di lautan manusia yang bertumpuk-tumpuk itu. Dari sebuah pesawat tanpa awak yang diterbangkan seorang juru kamera di jalanan, kau tahu kan? Kau bahkan terlihat lebih kecil dari upil. Baju kita bersih, tapi mengapa sorotmu begitu dekil?   

Mimik muka yang itu itu saja, pikiran yang begitu-begitu saja, tanda tanya yang belum kutemukan jawabnya, topik usang yang sama dari tahun-tahun sebelumnya, tapi sialnya kita semakin menua. Sungguh tidak ada yang istimewa, tapi kenapa? Entahlah, mungkin imanku makin tipis saja.

Untuk pengingat arah pulang di setiap bulan sembilan. Ar-ramad, merci beaucoup.  

***

No comments:

Post a Comment