Tuesday, August 8, 2017

this time last year

Mulai kangen pelesir.. 

Tahun lalu, di tanggal segini, saya lagi rusuh banget. Dua minggu menjelang nikahan dan saya malah lagi asyik sendiri sama tim hockey saya di Johor, Malaysia. Sebenarnya sih kalau dipikir-pikir enggak asyik-asyik banget. Pertama, tiap turun main, saya kebat-kebit, takut ada bola atau stick kena muka. Ga lucu kan kalau muka saya lebam atau biru-biru pas jadi penganten? Takut disangka ini penganten belum-belum udah KDRT, kan kasian suami saya?

Kedua, tentunya MUKA AKU JELEQUE, HITAM DAN DEQIL, AH KEXAL LAAH! Ini beneran deh, ga sempet banget yang namanya treatment, luluran, pijat-pijat manja, ratus vagina apalah apalah... Di Johor pun, ada waktu luang bukannya pake buat perawatan, tetapi aku malah ke Johor Premium Outlet (JPO). Btw, aslik itu tempat heaven banget! Bukannya belanja lingerie buat malam pertama sama suami, tentunya saya malah beli dua set sports bra Adidas dan celana training. Aslik, murah bangeet! Udah lupa sih harga tepatnya, tapi hampir setengah harga di Indonesia. 

Thursday, June 15, 2017

ibu hamil naik krl

Udah pada tau ini

Si Shafira. Cewek yang ngomel di status Facebooknya perihal ngasi kursi ke ibu hamil? 

Kalau liat berita-beritanya sih, kayanya udah banyak banget netizen yang menanggapi alias ngebully si Shafira di kolom komentar statusnya. Facebooknya sendiri saat ini sudah deactivate, mungkin doi stress nanggepin makian para netizen Indo yang ganas luar biasa. 

Tapi ya gaes, sebenarnya kalau kita maki-maki si Shafira itu apa untungnya, sih? Truth is, dia ga akan berubah kok meski dimaki-maki. Ya mungkin berubah sih, mungkin dia akan lebih bijak dan berhati-hati di medsos, tapi kan pointnya bukan itu? Pointnya adalah gimana cara mengubah pandangan dia tentang adab memberikan kursi untuk yang lebih membutuhkan. 

Oleh karena itu.. saya sih sebagai ukhtie-sholeha-wannabe memilih untuk ga memaki-memaki dia. Apalagi di bulan Ramadan kaya gini. Dosa, lho ngebully orang. Ga deh, saya ga akan ikut komen di statusnya dengan kata-kata makian. Saya lebih pilih untuk mendoakan dia dalam hati saja. Ya Allah, semoga kelak dia hamil kembar lima, naik KRL, ga dapet tempat duduk, lalu kakinya kram, lalu tiap 10 menit pingin pipis, dan pas lagi kebelet pipis banget, perjalanan masih jauh, dan bayi di dalem perut malah ikut nendang-nendang kandung kemih lu! Rasaaainnnn, lu, monyeeet! 

Monday, May 15, 2017

pindah rumah dan segala dramanya

So we're finally moving to our new house!

Setelah sekian puluh tahun hidup menumpang, akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membeli rumah. (baca: mencicil ke bank, iya dosa, riba, i know, tapi gimana, dong? #sensi). Ya sudahlah ya, yang penting niatnya, kan? Niatnya saya dan suami pingin punya rumah karena kami lelah ngasih duit ke orang lain (alias bayar kostan). 

This isn't spending.. This is investing!

Kalimat itu yang saya tanamkan dalam-dalam di kepala dan sukma jiwa ketika hati ini bergetar kala mentransfer uang tabungan sekian ratus juta rupiah sebagai down payment ke rekening developer. Sungguh dramatis.. 

Tuesday, April 25, 2017

16 going on 17


Niat hati ku ingin nulis report di blog mengenai cerita kehamilan, bagaikan emak-emak blogger yang kece-kece itu. Apa daya, hamil ternyata membuat saya mager-semager-semagernya, termager dari sepanjang sejarah kemageran yang pernah ada dalam dunia kemageran. Jangankan ngeblog, kerja aja males #eh.. CSR spending report udah ngendon di folder dan udah ditagih bos sampai 3x, dan ku masih kekeuh dengan pendirian -- membiarkan tu report membeku dalam folder. Abis suka mual kalo liat angka. Speaking of consistency...

Anwyay, hai para pembaca yang budiman (seperti biasa macem banyak yang baca).. 😀

Alkisah hari ini alhamdulillah usia kehamilan saya sudah mencapai 16 minggu. Sebagai calon parent newbie, tentunya kehamilan ini diwarnai kebodohan-kebodohan yang tak terhingga. Salah satunya adalah...


Tuesday, March 21, 2017

tentang menjadi stay at home mom

Pada suatu malam, dalam sebuah pillow talk, saya dan suami membicarakan masalah keuangan terkait biaya renovasi rumah. 

"Oh ya, sekarang kita juga harus membangun kamar pembantu.." kata saya.
"Buat apa?"
"Ya nanti kalau aku sudah melahirkan, kita harus hire pembantu untuk jaga anak, atau ya opsi lain kita titipin di day care."

Lalu suami saya diam. Saya juga diam. Lalu beberapa detik kemudian, dia bilang sesuatu yang cukup membuat saya kaget. 
"Bagusnya sih ya anak yang urus ya ibunya.. bukan pembantu.." 
Saya menelan ludah.

Tuesday, January 31, 2017

suka berpetualang, perlukah bergabung dengan mapala?

Kalo aku sih, NO. 😆

Semenjak heboh kasus tiga orang mahasiswa meninggal di Mapala UII saat sedang mengikuti pendidikan dasar (diksar). Saya jadi banyak membaca komentar orang-orang di media sosial. Ada yang memang dia anak Mapala, ada juga yang bukan anggota Mapala. Komentarnya tentu bermacam-macam. Ada yang pro, ada yang kontra. Tentunya, yang pro kebanyakan adalah anggota Mapala, yang kontra ya sudah pasti lebih banyak masyarakat awam yang memandang kegiatan mapala (yang sebagian besar) seperti naik gunung itu adalah buang-buang waktu dan kerjaan orang stress. 

"Mending sekolah yang bener lalu nyari kerja nyari duit, lebih berguna," kira-kira gitu, lah, ya. 

Saya sendiri sih meskipun belum mengetahui betul apa yang terjadi saat diksar Mapala UII, fakta bahwa ada peserta yang meninggal sampai tiga orang bukan hal yang main-main lagi, kalau ga boleh dibilang PARAH BANGET. Setau saya, Pendidikan Dasar Wanadri aja yang bisa memakan waktu sampai 3 minggu untuk latihan survival di hutan engga pernah sampai memakan korban jiwa sampai segitu banyaknya. Ini diksar yang bahkan ga sampai seminggu, tapi kok bisa banyak korban? Apa yang salah? 

Gue ga tahu, bro..

*salahkan saja oknum 
*oknum is always the bad guy
*oknum is the new bastard
*oknum adalah koentji   
*ok gw ga komen lagi
*Takut disambit anak Mapala 
*dibilang sotoy 
*aku mah apa?
*cuma pacet di semak-semak

Tuesday, January 24, 2017

#piknikekonomis ke curug leuwi hejo sentul


Alkisah semenjak menikah dan memutuskan untuk membeli rumah. Saya jadi kurang piknik. Bahahaha... Selain memang dana tersedot untuk DP rumah, saya juga jadi kesulitan untuk atur waktu kalau mau liburan. Faktor status fakir cuti karena saya belum dapat jatah cuti di kantor yang baru, juga karena suami saya enggak mau ditinggal. Heran deh, dulu sebelum nikah kayanya cuek banget, pas udah nikah jadi super posesif. Fuhhh... 

Akhirnya karena saya udah sakaw banget pengen piknik tapi ga punya duit (ciyann), saya browsing-browsing tempat wisata yang dekat Jakarta dan bisa dijangkau dengan mudah. Ketemu lah sama salah satu tulisan mengenai Curug Leuwi Hejo. Setelah saya dalami dan sedikit riset, saya memilih Curug Cibaliung yang lokasinya berada di kawasan Curug Leuwi Hejo. Sebelumnya teman saya sudah pernah ngajak jogging cantik ke sana, tapi karena waktunya kurang pas, akhirnya ajakannya saya skip. 

Monday, January 23, 2017

menyusun anggaran budget resepsi pernikahan


Halooo para bride to be yang ternyata banyak juga yang nyasar di blog ini, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan kuat demi menyongsong hari pernikahan. Ahahaha.. Dari postingan-postingan saya tentang persiapan pernikahan, ternyata banyaak banget yang nanya soal "berapa budget total yang dikeluarkan?" Awalnya terus terang saya suka males jawab. Ga tau ya, kalau ditanya angka kok kayanya awkward, it's just too personal. Dan lagi kalau udah menyangkut angka kok kayanya sensitif ya? Kalo dianggap terlalu kecil, ya alhamdulillah sih, ga perlu boros, kan? Kalo dianggap tinggi banget, nanti disangka pamer. Aku serba salah.. 

Tapi kemudian saya mikir lagi, kayanya saya bakal seneng banget kalo saya lagi jadi bride to be dan dapet bocoran mengenai kisaran budget biaya resepsi pernikahan. Yahh.. minimal kalau punya rencana menikah tahun depan, udah bisa ancer-ancer dapet gambaran harus nabung atau punya uang berapa. Harus makan di warteg tiap hari atau bisa 3x seminggu aja? Udah harus puasa senin-kamis atau gimana? Masih bisa travelling atau cukup nonton film india di rumah aja? Eh itu mah saya sih.. Hahaha.. So i've decided, silakan tanya anything that related to cost and budget, i am now an open book. 😀 

Jadi begini... Budget untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan tentunya berbeda-beda, tergantung spek yang kita mau. 

(((SPEK))) dikata beli barang elektronik. 

*abaikan* 

Saturday, January 21, 2017

daftar perumahan di serpong dan cisauk

Lanjutan dari postingan saya mengenai rumah. Jadi... akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membeli rumah di daerah BSD (BSD Sonoan Dikit) Ahihihi... #garing. Di awal, saya sudah mapping untuk lokasi rumah yang akan dibeli. Untuk yang masuk ke budget kami saat ini pilihannya kurang lebih 3 lokasi: Bekasi, Tangerang atau Depok. Jakarta? Sudahlah, lupakan. 

Sebelumnya saya sempat masih mencacar Jakarta pinggir, dalam artian; area Duren Sawit atau Jagakarsa. Well, at least KTP nya masih Jakarta, kan, ya? Tapi rata-rata rumah yang dijual benar-benar kecil dan harganya mahal. Ada juga yang luas tanah dan bangunannya besar, eh, tapi jalannnya ga masuk mobil. :(

Friday, January 6, 2017

apa yang harus diperhatikan ketika membeli rumah?


Assalamualaikum.. First post in 2017! Yeayy! 

Menyambung postingan saya di sini tentang beli rumah, hasil hunting dan survey rumah kemarin saya jadi belajar banyak hal. Beli rumah emang engga gampang, eh, gampang sih kalo punya duit segudang, tatapan spion dulu, biar afdol 😒. Dan sebagai newbie dalam membeli rumah, maka berikut saya jabarkan hal-hal yang harus diketahui (menurut saya) ketika membeli rumah. Enjoy! 😃

Notes. Catatan ini berlaku hanya untuk ketika mau membeli rumah baru. Kalau mau beli rumah second, tentunyaaa masih banyak lagi hal-hal yang harus digali. Hihihi..