Friday, October 29, 2021
appreciation post...to my blog!
Sunday, September 19, 2021
something i learned today... oh and papa, you are so right!
Being in grief.. makes me realize. Orang itu banyak sekali macamnya. Ada yang baik ada yang brengsek, ada juga yang pura-pura baik, tapi brengsek, ada juga yang pura-pura brengsek tapi ternyata baik. Hahaha.
Ketika Papa meninggal kemarin, tiba-tiba banyak sekali teman yang muncul dan mengucapkan belasungkawa, padahal kami sudah lama tidak bertegur sapa. Ada juga yang jauh-jauh datang dari luar kota cuma untuk memberikan dukungan moril sekaligus materiil. Ada juga yang tiba-tiba muncul di whatsapp dan memberikan uang duka, padahal, again, kami sudah lama tidak bertegur sapa. Kiriman makanan dan bunga? Jangan tanya, luar biasa banyaknya dan baiknya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian.
Mungkin karena ini adalah pengalaman pertamaku ditinggal orang terdekat, aku baru paham rasanya. Karena itu juga, aku belajar, how to give someone an empathy kepada orang yang mendapat musibah ini. Ku baru tahu, betapa berharganya setiap doa"semoga husnul khatimah" yang terlontar keluar dari teman-teman. Ku juga baru sadar betapa thoughtful nya seseorang yang menuliskan doa lengkap dengan nama lengkap dan bin atau bintinya. Ada juga yang menjapri hanya untuk bertanya, "Are you okay?" Ada juga seorang teman yang sudah lama tidak bertemu karena dia tinggal di luar negeri tapi tetap mengirim karangan bunga untuk aku.
They keep me in their thought, and for that, I am so touched, grateful, and thankful forever. Orang-orang ini pula yang membuatku terinspirasi, aku janji akan meneruskan kebaikan ini kepada orang lain.
Monday, September 13, 2021
maaf banda neira, kali ini yang patah tidak akan tumbuh lagi dan tak akan pernah terganti
Di dalam blog ini, ada beberapa postingan yang khusus aku dedikasikan untuk Papa. Beberapa cerita lucu, beberapa puitis, tapi ketika Papa meninggal, anehnya aku malah tidak tahu harus menulis apa. Aku pikir menulis obiturari untuk seseorang yang kita cintai akan sangat mudah, tapi ternyata malah lebih susah.
Rabu 1 September 2021, Rabu yang akan aku ingat seumur hidupku.
"Keluarga Bapak Zulkifli?" satpam yang menjaga pintu ruang ICU tiba-tiba berteriak memecah keheningan di ruang tunggu. Dari raut mukanya aku sudah tahu, malaikat Izrail malam itu akan bertamu ke ruang ICU.
*
Di tangga rumah sakit Advent pukul 21.35 malam, aku terduduk sendiri, lemas, melongo, mencoba memproses apa yang baru saja terjadi. Lorong gelap rumah sakit yang sepi dengan jejeran tabung gas tinggi yang terkesan suram, tak ada seorang pun di sana. Loket-loket kosong, hospital bed tak berpenghuni dan toilet yang terbuka pintunya. Normalnya mungkin aku akan takut duduk di situ sendirian. Tapi malam itu, hal yang paling aku takutkan dalam hidupku baru saja terjadi. Tidak ada ketakutan-ketakutan lain yang bisa menandingi.
Wednesday, August 4, 2021
hardwork (does not) always pays off
Siapa yang merinding melihat kesuksesan Greysia Polii sama Apriyani? Aku! Siapa yang engga terharu lihat kisahnya yang jatuh bangun mulai dari Olympic di London dimana dia diskualifikasi dan dapat kartu hitam sampe akhirnya bisa dapat emas di Olympic Tokyo 2020? Sure it is a heartwarming story, inspiration, tapi pada faktanya engga semua kerja keras berbuah manis.
Aku yakin banyak atlet bulutangkis yang even try harder than Polii or Apri, tapi ya engga kemana-kemana, di situ aja. Cerita-cerita yang jarang tersentuh, cerita-cerita yang jarang jadi headline, karena ya kurang menarik, kurang seksi, cerita kegagalan mana enak didengar? Cerita orang-orang yang santai aja ketika gagal adalah cerita yang paling susah dicari. Figur-figur terlupakan yang sebenarnya punya banyak kekuatan.
Dan sekarang aku lagi nyari itu.
Friday, November 8, 2019
tiga tahun di serpong lagoon
Karena sesungguhnya yang benar adalah: Millenial ga sanggup beli rumah.....
yang ada ruang tamunya. Hahahaha *laugh in poverty*
Ini beneran, rumah-rumah minimalis yang sekarang banyak dijual, rata-rata ya rumahnya beneran strategis alias deket banget bu kalau mau kemana-mana, ke kamar mandi deket, ke dapur deket. *garing
Satu ruangan beneran multifungsi, ya ruang keluarga, ya ruang tamu, ya ruang leyeh-leyeh. Sekarang saya baru sadar bahwa rumah yang punya ruang tamu itu mewah bener yaa hahaha..
Wednesday, October 10, 2018
tentang charlie hebdo dan khabib nurmagomedov: tidak ada seorang pun yang berhak untuk marah
Paris, 7 Januari 2015 gempar. Kantor sebuah majalah satire bernama Charlie Hebdo diserang dua penembak brutal. 12 orang meninggal dalam kejadian itu, apa pasal? Majalah Charlie Hebdo adalah majalah kontroversial yang kerap memuat kartun-kartun satir, laporan, polemik hingga lelucon. Media tersebut dikenal anti-agama dan sayap kiri. Terhitung sejak diterbitkan perdana di tahun 1969, entah sudah berapa kali Charlie Hebdo memasang kartun Nabi Muhammad sebagai covernya. Tak hanya Islam, tim redaksi Charlie Hebdo juga pernah mengejek Paus dan skandal seks di gereja.
Tuesday, October 3, 2017
punya bayi, apa yang harus dibeli?
JAWABNYA: SEPATU
Tapi itu kalo saya.
Dan saya adalah contoh yang salah.
Jangan ditiru, ya.
Uhm..
Tuesday, August 8, 2017
this time last year
![]() |
| Mulai kangen pelesir.. |
Tahun lalu, di tanggal segini, saya lagi rusuh banget. Dua minggu menjelang nikahan dan saya malah lagi asyik sendiri sama tim hockey saya di Johor, Malaysia. Sebenarnya sih kalau dipikir-pikir enggak asyik-asyik banget. Pertama, tiap turun main, saya kebat-kebit, takut ada bola atau stick kena muka. Ga lucu kan kalau muka saya lebam atau biru-biru pas jadi penganten? Takut disangka ini penganten belum-belum udah KDRT, kan kasian suami saya?
Thursday, June 15, 2017
ibu hamil naik krl
Tuesday, October 20, 2015
nonton bola untuk pemula
Thursday, July 30, 2015
selfie dan memento mori
Dulu sekali, lupa tepatnya, saya pernah baca quote dari Robert Frank, isinya kira-kira begini, "There are too many images, too many camera now. It gets sillier and sillier. As if all action is meaningful. Nothing is really all that special. It's just life. If all moments are recorded, then nothing is beautiful."
![]() |
| The only daughter that got sick and died. Ga kaya jenazah ya yang tengah? What do yo think? |
![]() |
| Plus properti mainan kesayangan waktu si bocah masih hidup |
![]() |
| Mother and Daughter |
![]() |
| Family Portrait |
![]() |
| Yang dibelakang warna hitam itu apa, ya? Makin ngeri ga sih liatnya? -___- |
![]() |
| Nah kira-kira kayak gini pose tangannya. (Note: yang tengah itu jenazah dan matanya sebenarnya tertutup tapi lalu digambar pupil mata agar terlihat 'hidup') |
![]() |
| The newlywed |
![]() |
| The broken heart fathers. (kiri: anaknya meninggal karena sakit keras. Kanan: anaknya down syndrome) |
![]() |
| Oh and you do realize they also standing and pose like a living creature right? |
![]() |
| here's the secret! |
***
Sunday, July 5, 2015
puasa dan hal-hal aneh tentangnya
Lidahku mulai terasa hambar dan perutku mulai terasa sangat penuh. Sungguh, aku merasa lidahku sendiri mengkhianatiku. Kemana pula sensasi kesegaran ketika es buah itu menyentuh kerongkonganku? Tidak ada. Sungguh brengsek. Rasa lapar, haus, nafsu yang begitu menggelora di satu jam yang lalu hilang sudah cuma karena air putih dan dua buah singkong goreng. Jus strawberry yang kubeli dengan setengah berlari itu bahkan belum sempat kusentuh. Betul-betul sialan tapi kupikir-pikir juga lucu. Kadang kita begitu menginginkan ini dan itu dan ini dan itu, nyatanya ketika kita berhasil mendapatkanya, rasanya tak enak-enak amat. Ketika terlalu banyak, rasa nikmat itu menguap.
Why?
***
Monday, June 1, 2015
tentang si mpok yang tak sempat kutanya siapa namanya
Minggu siang, aku terbangun dengan perut kelaparan. Aku mengintip ke dalam lemari tempat menyimpan logistik. Tidak ada satupun yang siap saji. Mau tak mau aku harus keluar, membeli makanan. Tanpa mandi dan berbaju piyama yang lusuh, aku melangkahkan kaki keluar dengan mata menyipit diterpa matahari Jakarta yang sengit. Jakarta Selatan, tempatku tinggal selama hampir dua tahun ini sepi sekali di hari minggu. Warung langganan yang menjual ayam bakar kesukaanku itu tutup. Si pemilik juga mungkin sedang ingin berlibur. Kulirik warung yang menjual kwetiaw goreng gurih yang biasa kubeli untuk makan malam. Tidak buka juga.
"Kok dikasih kawin lagi, Mpok? Emang dari Mpok ga dapet anak?" tanyaku lagi.
Hampir saja mie rebus itu keluar dari mulutku. Hidungnya pesek, kulitnya hitam nyaris keriput, dan menurutku lagi, dia sama sekali tidak tampan. I repeat. Sama sekali tidak tampan.
Mungkin karena terlalu sering menggunakan hati, lama-lama hati itu jadi kuat, lama-lama hati jadi terbiasa, lama-lama dia jadi perkasa, lalu dia menganggap semua hanya hal-hal biasa, remeh-temeh, kadang kita tertawa, kadang menelan duka, ya sudah saja, tidak apa-apa. Betapa sederhana. Dia menceritakan kisah hidupnya yang lebih mirip drama tragedi dengan cara komedi. Hebat betul perempuan itu. Aku memandang dengan tajam lelaki yang disebut si "Bapak" di seberang jalan, mengumpat dalam hati dengan berang, lalu berjalan pulang dengan perut kenyang.
Right?
Sunday, April 12, 2015
hujan minggu malam
"Dia sudah boarding tadi sekitar jam setengah 7," katanya.
"Lalu belum ada kabar? Dia sudah landing apa belum?"
"Teleponnya ga aktif.."
Wajahnya nampak lesu.
"Gw khawatir nih.." tambahnya lagi.
Lalu kilat menyambar sangat keras sehingga kami berdua terkejut.
"Astagfirullah.." dia merapal. Aku juga.
Kami saling berpandangan.
"Tenanglah, ujannya paling ujan lokal ini mah. Kemarin gw juga gitu. Di bandara ujan deras, eh.. sampai sini kering kerontang," tuturku mencoba menenangkan.
Tak berhasil nampaknya. Dia masih bulak-balik dengan wajah resah. Aku kembali menekuni buku yang sedang kubaca. Lalu tak lama terdengar suara air dari keran, sedikit suara gaduh lalu hening. Sekitar 10 menit kemudian aku keluar. Kulirik ruangan sebelah. Suami sahabatku itu sedang duduk bersila diatas sajadah. Wajahnya menunduk. Dia sedang berdoa. Menunggu kabar dari istrinya yang tak jua tiba. Aku tersenyum, sedikit iri, tapi juga senang.
Someone is praying for you, isn't that the sweetest thing?
...
Wednesday, March 11, 2015
sebuah kisah tentang tembok
"Kelakuan kamu tu, bikin otak saya peot. Ngomelllllllll ajaaaaaa. Kamu pemarah," balasnya.
![]() |
| Eija dan 'suaminya' |
Nah, jadi jika kamu sering merasa kesal dengan pasanganmu, atau sedih karena tak jua menemukan pasangan yang cocok, mungkin cara Eija bisa kamu tiru. Bisa dengan tiang listrik, gardu hansip, palang kereta api, atau las karbit. Terserah saja lah, mana yang menurutmu paling baik.
Friday, January 23, 2015
what's left from 2014
1. Mendaki Gunung Salak
![]() |
| Matahari terbit di Gunung Salak |
![]() |
| Sarapan di Puncak Gunung Guntur |
3. ... oh and I met this guy
![]() |
| Kota tua, Jakarta, Agustus 2014 |
Thursday, November 13, 2014
catatan harian no delapan ratus tiga
Kala teman-teman lain sedang istirahat siang, aku masih harus berjibaku dengan pekerjaan kantor. Dan sialnya, aku kurang nyaman tidur di mess. Akhirnya solusi paling tepat adalah curi-curi waktu tidur siang di kostan. Oh kamar kesayangan, aku rela ngebut bulak-balik siang-siang demi tidur satu jam. Nah, dua hari terakhir ini, entah kenapa aku sulit tidur di malam hari. Hingga pukul satu aku masih belum bisa memejamkan mata.
Pukul 22.00 telepon selularku mengeluarkan notifikasi. Seseorang dari masa lalu lalu muncul di layar. "Rindu," katanya. Hampir saja aku tersedak. "Haha." jawabku. Kuketik jawaban singkat agar tidak terjadi percakapan lanjutan. Lelaki memang lucu sekaligus menyebalkan. Dan pikiranku tiba-tiba meluncur ke dua tahun lalu. Kala aku sedang berada di titik terendah dalam hidupku. Yup, namanya fase patah hati. Haha. Dia datang dengan gelak tawa dan aku lumayan terpikat. Tapi entahlah, aku tiba-tiba terpikir untuk menyudahinya. Kupikir-pikir, apakah ada yang salah dengan kepalaku? Seorang teman mengirimkan pesan di messenger, "Hidup lo tuh berwarna ya, Luh. Tapi sayang warnanya item sama abu-abu." Sesaat setelah itu. Sign out. Temanku pergi. Aku tercenung. Ini yang paling aku benci. Resah dan gelisah di malam hari, lalu semua orang pergi meninggalkanku tidur. Dan aku.. masih disini. Di depan layar laptopku. Sendiri.
...
Sunday, November 9, 2014
bandung, sore ini
Mereka bertelanjang dada, memblokade ruang publik yang seharusnya digunakan bersama, kemeriahan yang begitu pongah dan membabi-buta, lalu memaki siapa saja yang tak setuju dengannya. Adalah suatu hal yang mengerikan ketika manusia tak lagi punya rasa sungkan, setidaknya saya pikir, itulah satu dari sedikit hal yang membedakanku dengan binatang.
































