Tuesday, November 9, 2010

Dua Puluh Enam

Dari dulu saya sering bingung sama orang yang suka menyembunyikan umurnya. Misalnya ditanya, "Umurnya berapa sih?" atau "angkatan berapa sih?", yang ditanya suka malah senyum-senyum malu sambil berbohong bercanda mengenai umur/angkatannya. Dalam hati saya, emang kenapa sih? Kenapa mesti malu? Oke lah kalau yang ditanya itu berat badan. Karena berat badan memang sangat sensitif buat perempuan. Tapi mengenai umur, saya tidak bisa melihat disebelah mana memalukannya sih?

Tapi itu dulu. Ini adalah salah satu kejadian dimana saya (lagi-lagi) memakan omongan saya sendiri. Kejadiannya ketika saya sedang nongkrong bersama teman-teman baru saya yang notabene mereka adalah angkatan 2004-2006. Tiba-tiba salah satu dari mereka bertanya, "Luh.. umur lo berapa sih?", dan sontak saya menjawab reflek saja, "Dua puluh lima".

Bukan otak saya yang sedemikian bodohnya sampai lupa umur saya sendiri, entah kenapa tiba-tiba saja otak saya bisa jadi demikian cerdas mengarang fiksi. "Dua puluh lima".

Wow. Korupsi satu tahun tuh.
Dalam hati saya, kenapa ya saya tiba-tiba korupsi satu tahun begitu?
Padahal sebelum-sebelumnya saya tidak pernah ada niat mau korupsi umur satu tahun. Dua angka dua puluh lima itu sontak saja saya keluarkan dari mulut tanpa pikir panjang. Padahal saya belum pikun.

Dua puluh enam, umur saya sekarang. Dan terus terang saya tidak pernah merasa tua. Sampai...

Saya melihat teman-teman seusia saya dilamar.
Saya melihat teman-teman seusia saya menikah.
Saya melihat teman-teman seusia saya melahirkan.
Saya melihat teman-teman seusia saya melahirkan, untuk kedua kalinya. *wakss!

fase setelah itu :

Saya melihat teman-teman seusia saya menjadi kurang nyambung lagi ngobrolnya dengan saya karena mereka sudah sibuk dengan urusan anak dan suami.
Saya melihat teman-teman seusia saya menghilang satu persatu-satu, ada yang diboyong suaminya ke luar kota, ada yang memang sibuk menjadi ibu rumah dan tangga dan alasan-alasan lainnya yang membuat mereka menjadi begitu untouchable. Haha..

Sementara saya masih berkutat dengan budget untuk jalan-jalan dan trip kesana kesini, mereka sudah sibuk dengan budget untuk sekolah anak, biaya melahirkan dan lain-lain. Ya mungkin saja jadi memang kurang nyambung ya ngobrolnya, karena kami sudah memiliki perbedaan interest. Karena kalau dalam pikiran saya, mumpung masih muda dan belum menikah, berjalan-jalanlah sebanyak-banyaknya. Hahaha.. Mind set saya mengatakan saya masih muda, sementara (mungkin) kenyataan di belakang saya mengatakan TIDAK.

Not that i think being a wife is a bad think. Hanya saja dari situ saya jadi berpikir :
1. "am i that old?"
2. "am i supposed to be married right now?"
3. "am i supposed to have one kiddo and waiting for another baby to come right now?"
4. "am i that childish? apa saya telat mature? apa saya kurang normal?"
5. dannnnnn lain sebagainya.

Entah ini karena latar belakang budaya atau sindrom middle age, entahlah. Yang jelas, kenapa di umur dua puluh enam tahun ini, saya merasa tua.. dan bodoh.

Haha.. Ya sudahlah..




Wednesday, October 20, 2010

New Section : Restaurant Review


So.. straight to the point, im putting a restaurant review on my blog, since yeah.. i really lovessss food XD i do eat a lot. And i have a big interest to the whole variety of foods. I often walk around and look for a new restaurant and then search for the review in the internet. So i was thinking, why dont i make one?

When i was here, i hadnt thought about making a restaurant review, so the photo's not much with -not-so-good angle too. :p but hey im trying here! :)

Well here we go, my first restaurant review. I hope you guys enjoy it.

Image and video hosting by TinyPic

:: DAPUR EYANG RESTAURANT:: SO this place is not very much far away from my campus. One of my friend's working here so i'd like to spend a lots of time here. Its pretty cozy place with great price. Located in the middle of Dago, but also not too crowded. And thats what i love the most. XD

Image and video hosting by TinyPic

Well this one is my favorite on the menu. Bitter ballen. I'd like they put a mustard sauce and the milk taste inside is not too strong, cause once ive ate bitter ballen with strong milk taste and i feel like im gana throw up, and the best thing is, its only IDR 9.500,- yummmy!!


Sunday, October 17, 2010

Late Post : Krakatau

Kegirangan karena akhirnya berhasil sampai ke Krakatau ternyata hanya euforia belaka. Sesampainya disana, terus terang saya sedikit kecewa. Coral-coral anak krakatau yang sering digembar-gemborkan di berbagai blog para blogpacker ternyata cuma sesumbar belaka. Ketika saya sampai disana, jreng.. jreng.. hampir semuanya sudah hancur. :(

Anyway, here's some pict i took on ferry Merak - Bakauheni.

Photobucket

And here's photo i took from the Krakatu Volcanoe. Well apparently, inilah satu-satunya "view" yang saya nilai bagus dan menarik untuk dikunjungi.

Photobucket

Snorkeling di anak Krakatau. Oh ya ada kejadian lucu disini, ketika sedang asyik-asyik berenang, tiba-tiba saja ada biawak yang turun gunung masuk ke laut. Hihihi.. Otomatis saya dan teman-teman saya langsung berenang tunggang langgang naik ke kapal. :))

Photobucket

Satu-satunya coral yang masih 'agak' utuh dan akhirnya saya abadikan. Hehe..

Photobucket

Dua jempol terarah ke bawah, as you can see, coral-coralnya sudah remuk terinjak-injak kaki manusia. :(

Photobucket

Tips untuk berangkat ke Krakatau :

1. Cancel saja deh, lebih baik cari tempat lain. :p

Have a nice trip everyone. :)

Tidak Enak (Katanya)

Lalu bagaimana caranya menelan satu potong kue pahit yang dinamakan kecewa?
Karena baru saja sampai di pelipis kerongkongan lalu dia terlempar lagi keluar.

Siap-siap saja terima semua muntahanku,

Yang pasti tidak enak didengar, apalagi dirasa.

Monday, August 16, 2010

News Flash

Been so busy with everything recently. School is getting started, im being transferred for DKI Jakarta hockey squad for PON 2012, yeah ya know, money talks honey. :p and im gana be officialy a baby cougar in couple of weeks. Hahaha.. not a things that makes me feel excited, but yeah life must go on right? Next post will be my trip to Tapanuli Utara, photo series are coming soon. Have a nice life everyone! :)

PS : new template design, not cool, eh?

Monday, August 9, 2010

Oh

I feel hurt. Angry. and. Alone. :(



do i ?

Sunday, August 1, 2010

On Trip

Flash news. I'm in Medan right now. Tonight we'll be heading to Pahae. Its actually my homeland. 2nd homeland to be exact, cause still thinking that Bandung is my very homeland. Ahahaa.. Well..another news flash : I'm so tired right now, just landed at Polonia, haven't take a bath for day and my heart hurts! Ha! Damn you.. Just so you know, I really wanna curse you.. But hell I'd rather erasing this f.ing memory that kills me lots. Life sucks today, but maybe tomorrow.. Not!

Tuesday, July 27, 2010

What is your biggest fear?

I think, every human being in this universe are afraid of something.
It could be something big, something tiny, or even something funny.
Fear. I do have my own list. This is not a lot, but there are couples thing that scares me to death.
But you know what they said, "always do what you are afraid to do “. Well, here it goes.


1. Dark
Thats true. I hate dark. I slept with my room lights flare up until i was 14. Stupid eh? Its electrical waste and useless. Noted that. But what am i supposed to do? I hate dark
ambience and i cant see anything. I feel like i cant control a bit. I get a little nervous being in a house with no lights on because I often see things that aren't there. Drives me nuts. You can't see what is around you and your mind can sort of play tricks on you and your imagination can get involved. I hate coming home with all the lights off and I REALLY hate unexpected blackouts.



2. Heights
I was once happy child who always jumped in here and there, and not afraid of anything. I enjoyed Dufan and im on roller coaster over and over again. But as i get older, I was very scared and often feels dizzy or nauseated when dealing with the heights thingy. I dont do dufan now, i dont jump, i can't even breath when I was in the balcony of a skyscraper building or something.

The first time it occurred to me that I was afraid of heights was in my high school gym class when for some misguided reason, the teacher picked ME to demonstrate how easy the uneven bars are to twirl around. Apart from being afraid of heights, I also do not twirl. When you look at me, i look like a sort of normal person who may be able to do an adequate amount of twirling, but I CANT. I don’t know why. My center of gravity is like a lead weight the size of a goat that I keep in my feet which pretty much insures that they are always touching the ground.

It feels llike butterfly in my stomach, i mean riot butterfly and not in good way of course, my pale face, my hands were shaking and i cant feel my legs. There's just NO WAY im gonna go bungee jumping.

3. Daging Berjaring
How to say it in english? or even in correct technical term? Babat? or what? I have no idea. Kind of meat that usually sold in Sop Kaki Kambing. It has a hollow shapes into small pieces. Kinda gross. So that one day, i have this dream, that i woke up with this thing all over my body. My skin cheeks become hollow and its freaking me out. Know its just a dream, but this is really affecting me. Im scare when i see this thing at groceries. or when i ate Sop Kaki Kambing. When i see this meat, i feel like my cheeks are turning into hollow and its really getting on my nerve. Stupid mind trick!

4. Dentist
and i got a bad teeth.. i mean a really bad teeth and im not kidding. I hate to hear voices in the dentist's drill it makes me shudder. Fuck. I hate dentist cause its scares me with their power to do something on some of my body part and i cant even see it! You know i would rather say, "gelut weh jeung aing!!". Hahaha.. and again, im no kidding you punk! :p


5. Goodbye

It is not just that im scared, its what i hate the most. I hate goodbye and nothing would ever have compare to that! Possibly, this is why i dont like changes. Some people said that we should move out from the 'comfort zone', but im not doing that. Im happy with my life now. I love my parents. I have tons of activities and i got money from it. Its enough for me. People change, people move and saying goodbye to their past, well i dont. I love my past, im a good person, i have mistakes but i even love my mistake. I hate people saying goodbye.

So.. Am I the only one here??!






Friday, July 23, 2010

Hey Connie!


Did you know that you have made me cry?

Love ya little girl. :)

Sunday, July 18, 2010

Homeland


This lazy sunday i decided to walk around my homeland city. Yes its Bandung.
Been live here since i was born. Though, we didnt get much time to know each other.
I simply choose to leave the city and go for a trip when i got free time on my hand, but sometimes what we have seen up close doesnt mean its not good and boring.
Turns out, its very exciting. :)

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Photos below was taken at Museum Wangsit Mandala Putera
Just so you knowm this museum has so many historical goods. That's include the first Bendera Merah Putih that flown at Kota Bandung,
weapons used at the time of the war of independence, even then the journals that contains a plan of war, and also warlord clothing that still have their blood on it. Spooky huh? Yes it is!

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Even the building was very creepy. Its an old art deco house designed by the dutch. This building seems never been renovated.
Well.. I do not recommend you go alone into this museum. If you know what i mean. Haha..

Image and video hosting by TinyPic



Unfortunately visitors are not allowed to take pictures inside the museum, therefore I can only take pictures from outside the museum. Mostly, photos above are taken from the pavilion located behind the main room of the museum.
I got one photo from inside the museum, a picture of weapons used by soldiers. Not that good, the light is too dark and I did not bring a tripod, so here's the best i can do.

Image and video hosting by TinyPic


Next stop is Hotel Savoy Homann, tell you what, this building has been an icon of Bandung since like forever? I dont know haha.. been a long time ago, well they do have a very beautiful building.

Hotel Savoy Homann is as conveniently located as can be, right in the middle of Bandung. Literally that is, because the point zero, the absolute center of Bandung, can be found right across the street. Also both the train station and the airport are situated in close proximity, being less than 15 minutes away.


Being established in 1875, the Savoy Homann has a history that permeates the whole building. This is also its main feature, other than the art deco exterior and intrinsic style on the interior.

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

and here it goes the Preanger Hotel. Its also one of the biggest and oldest hotels in Bandung.
In 1884, when the plantation Priangan (plantation owners in Priangan) started working in agriculture and plantations around Bandung , they begin often come to stay and went for vacation in Bandung. Their needs are provided by a store on Groote Postweg Road (now Jalan Asia-Africa). But then the store went bankrupt, so in 1897 by a Dutchman named Van Deeterkom WHC shop turned into a hotel and given the name Hotel Preanger.

Image and video hosting by TinyPic

Lovely, eh? But lets just forget for a moment on the photos above. This is a fraud! Haha...
The truth is..

Image and video hosting by TinyPic

This is the real face of Bandung nowadays, crowded, jammed and stuffy humid heat. Yowzaa!

Well.. welcome to Bandung, folks! :)


Sunday, June 20, 2010

Are We Ready for Twitter?




Sudah satu tahun belakangan ini saya mulai meninggalkan facebook. Yang membuat saya "mengkhianati' si buku muka ini, siapa lagi kalo bukan TWITTER.

Jejaring sosial berlambang burung dara yang sedang gegap gempita ini memang menarik. Alasan paling utama, pengguna acc ini adalah artis yang naik daun sampai kantor berita terkemuka. Informasi juga menjadi cepat.. sett sett.. secepat kilat. Apalagi bagi mereka yang menggunakan "telepon pintar".

Text yang dibatasi hanya 140 karakter ini juga sangat cocok bagi budaya orang Indonesia, yakni ; malas membaca. Hal ini sekaligus menjadi bumerang buat orang kita yang kata profesor saya bilang, "gegap teknologi" yang artinya beda tipis sama "gagap teknologi". Baru sempat baca headline saja, langsung komentar X. Y dan Z. Yang penting eksis. Mungkin begitu.

Awal-awal memulai berkomunikasi via acc twitter, terus terang saya menikmati sekali "ber-twitteran-ria" ini. Gempa jam 8.30 di Biak, jam. 8.40 saya bisa langsung tahu tanpa harus browsing internet atau nonton televisi. Lama-kelamaan, saya jadi pusing sendiri membaca timeline twitter. Lama-kelamaan twitter terdengar seperti "radio berisik" yang terus-menerus disetel 24 jam. Annoying? Yes it is.

Supaya tidak terlalu kelihatan "gegap/gagap teknologi" saya berusaha mempelajari cara-cara bertwitter yang baik dan benar, walaupun mungkin tidak semua orang setuju/suka. Atau misalnya ada yang kurang, silahkan ditambahkan saja. :-)

1. Ketua RT

Di timeline twitter ini banyak sekali Ketua RT --> artinya : apa-apa di RT. Cuma mau komentar "Hahahaha" saja pake RT. Ini juga salah satu kebiasaan orang Indonesia. Hehe.. Gini deh, setiap kamu beli barang elektronik, yang pertama kamu lakukan apa? a ) Langsung oprek2 sendiri b) reading the guidelines book ? Kalo kamu jawab "a" . Wow selamat, kamu memang orang Indonesia Asli *jempol

Setelah kam sign up dan register di acc twitter, coba deh dibaca-baca dulu terms and conditions dan guide 'how to use your twitter" Ini semua bisa diakses di TWITTER GLOSSARY

Di page tersebut bakal dijelaskan fungsi Retweet, Reply, Direct Message - dan apakah yang akan terjadi ketika kamu 'nge-tweet' ? --> masuk point 2.

Ketika kamu ngeretweet, semua follower kamu bakal bisa membaca tweet kamu. Teman saya bahkan pernah cerita, dia jadi tahu kebiasaan kehidupan seseorang yang dia ga kenal gara-gara RT. Hehe.. Ada seorang teman saya, sebut saja Nani yang selalu me-RT tweet dia. Pernah satu kali, di me-RT tweet-tweet dia dengan seorang teman dia yang bernama Bunga. Dia blg dalam RT-nya "aduh Bunga, meki lo kan bau amis kaya pasar ikan." I dont even know that Bunga girl, tapi sejak saat itu, setiap kali si Nani ber-tweet-ria dengan si Bunga, saya selalu kepikiran, "oh ini si Bunga yang mekinya bau pasar ikan." :))

2. Here's what happen when you tweet something.

What you say on Twitter may be viewed all around the world instantly.
You are what you Tweet!

Twitter adalah media massa. Twitter adalah digital. Sesuatu yang digital, mampu untuk menduplikasi/diduplikasi - mencopy/dicopy. Ketika kamu memposting sesuatu ke dalam internet which is sifatnya SANGAT DIGITAl. Then boom! You're just spread it around the world.

Seorang teman pernah bilang pada saya, "Twitter twitter gw, twitter gw ya gimana gw, kalo ga suka ya tinggal unfollow." --> Menurut hemat saya (gaya soeharto banget yak gw masih pake vocab 'hemat saya') theres no such thing as "twitter gw ya gimana gw." atau "facebook gw ya gimana gw" dan harap dicatat, "there's no such thing as ONLINE DIARY."

Kita hidup bareng-bareng, rame-rame, rumah boleh ngontrak/beli buat sendiri, tapi tetep aja kalee bok, begitu kita keluar rumah, kita berinteraksi dengan orang lain dalam sekumpulan masyarakat yang sifatnya sangat heterogen. Dalam masyarakat itu, ada norma yang keluar. Mau di bule kek, di primitif, apalagi di Indo yang sangat normatif, norma itu pasti ada. Aturan tak tertulis yang diketahui oleh semua orang hanya dengan common sense.

Begitu pula di Twitter.. dan facebook atau Multiply dan jejaring sosial lainnya. Ralat : APALAGI di twitter.. dan facebook atau Multiply. Dimana kita berkomunikasi hanya melalui TEXT yang sangat rentan salah kaprah. Salah emoticon sedikit saja, kalimat yang kita tulis bisa jadi sarkas.

Twitter buat orang Indonesia (atau mungkin orang-orang lainnya) menjadi ajang komentar. Saya bilang, twitter di Indonesia adalah dongeng 1001 komentator. Issu X keluar, dan bla bla bla.. semua orang bergegas nge-tweet komentar mereka. Berkomentar memang manusiawi, tapi apa salahnya kita saring dulu komentar kita dengan bahasa yang bagus dan sopan, dan yang paling penting ; apakah kita cukup PENTING untuk komentar?

Ini salah satu contohnya yang paling gress. Seorang teman nge-tweet ; "Farhat Abbas itu udah kaya orang paling bener aja ngadu-ngaduin orang ke Polisi. Ngaca dulu dong mas, kaya orang paling suci aja lo!!"

Dalam hati, saya pingin sekali me-reply tweetnya. "Nah elo, emang udah bener apa komentarin si Farhat? Ngaca dulu juga aja mending. :p"

The point is ; bukan saya bela si Farhat juga, tapi emang penting yah kita komentar yang ujung-ujungnya malah jadi memanaskan suasana, sementara tokh kita juga bukan orang yang paling kompeten dalam isu itu.

Saya juga pernah dalam posisi dimana kepingin sekali mengomentari isu-isu aktual, gatel banget rasanya pengen ngetik ini itu, and i did. Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, apa pentingnya yah buat saya nge tweet kaya gitu. Belum lagi kalo saya salah ngomong dan menyinggung orang lain, lalu dilaporin ke polisi gitu atas tuduhan pencemaran nama baik. Hmm.. mungkin lebay ya saya? Tapi saya cuma ambil kemungkinan terburuk.

Plus, semua informasi yang saya dapet tentang isu-isu itu juga dari twitter atau media massa lainnya, yang mungkin saja, yang saya baca adalah tweet orang lain yang belum tentu benar realitanya, media massa juga seringnya mem-blow up suatu isu yang kadang sangat jauh dari fakta di lapangan.

Contoh kasus 2. Soal Agama. Ini yang paling riskan dan juga paling mengerikan buat saya. Agama sering jadi topik hangat ajang perdebatan di twitter. Kalau debatnya smart sih its okay, tapi seringnya malah jadi debat kusir yang ga ada habisnya dan ujung-ujungnya malah jadi bikin emosi. Misalnya aja, seorang tokoh agama terkenal nge-tweet soal jilbab, dia bilang itu bukan hal yang wajib dalam Islam, lalu ada lagi yang mereply twitnya dengan marah dan bilang bahwa jilbab dalam Islam adalah wajib.

Tweet-tweet disertai tanda seru berganda soal jilbab bikin saya bergidik. In my opinion, agama itu sifatnya pribadi banget. Antara saya dan Tuhan saya. Ga ada yang bisa memaksakan satu kepercayaan kepada saya, termasuk pakai jilbab. Saya cenderung menghindari isu agama, karena ini sifatnya sangat sensitif. Satu kampung bisa bunuh-bunuhan gara-gara isu agama.

Yang paling hangat mungkin komentar Tifatul Sembiring perihal "analogi kemiripan". I totally got his point. Tapi banyak orang protes keras cenderung marah atas analogi tersebut. Mungkin Pak Menteri salah kata, atau mungkin juga pendengar yang tidak mau mengerti. I don't know. Yang jelas, si Pak Menteri sudah menjelaskan maksud analogi-nya tersebut dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Seseorang pernah nge-tweet kira-kira seperti ini, "Menkominfo kita tuh SO STUPID. Apa maksdnya analogi kaya gitu? Ga pantes jadi mentri!"

Komentar seperti ini menurut saya lumrah-lumrah saja ketika diucapkan dalam konteks personal. Tapi akan sangat berbahaya ketika dia mempostingnya di twitter. Semua orang bisa baca bok! Ini kira-kira sama analoginya dengan menulis komen tersebut di headline media cetak. Bukan ga mungkin Pak Mentri membaca, sakit hati dan kemudian melacak si penulis tweet tersebut.

Intinya, ingatlah bahwa twitter's not your online diary. Twitter's a mass media. Semua orang bisa baca dan menyalahkaprahkan dengan mudahnya. So, careful please. :)

3. Twitter's definitely not for "pundungan" people.

As a said earlier, kapasitas text yang cuma 140ch bikin orang sering salah kaprah. So.. don't take twitter so seriously dan seperti sudah saya warning sebelumnya, twitter adalah negeri 1001 komentator, prepare yourself. Dipikir-pikir sebenarnya bagus juga loh untuk latihan mental. :)

4. Terakhir, apakah kita sudah siap dengan teknologi twitter?

Or should i say, are we ready for internet? Kalau kamu ibu beranak satu yang memberikan fasilitas Blackberry buat anakmu yang masih kelas 4 SD, i dont think we ready for those tech. Ngasih BB buat anak SD, sama seperti ngasih izin akses kemana saja dia mau for 24hours, and that's including PORN. Bukan ga mungkin anak SD udah pinter browsing dan nemu gambar sailor moon lucu.. eh ternyata hentai. :p

Bukan ga boleh anak SD pinter internet, tapi ya seyogyanya internetnya juga harus dalam pengawasan, kalo belum-belum udah dikasih BB, emang emaknya bisa ya ngawasin terus 24 jam? Satpam aja kerjanya 12 jam kok, bu.


Anyways, pesan moral dari tulisan ini adalah : Hahaha. kaga ada pesan moral lah, ini cuma sharing aja, apa yang saya pikirkan, apa yang saya analisa, bisa jadi salah, bisa jadi juga benar. Semoga saja kita cukup pintar bermain twitter, facebook, dan semua-muanya yang ada di internet. :)

PS. meet me @gadismarathon :))



Tuesday, May 18, 2010

The Journey - Pulau Biawak


Setelah tertunda hampir 4 bulan, akhirnya bisa juga menginjakan kaki di the mysterious Pulau Biawak. Dibantu seorang teman Indramayu asli, kami bertujuh akhirnya berangkat menuju Pulau Biawak menggunakan perahu "Cahaya Hati".
That is a nice name. :)

Perjalanan dimulai dari terminal Cicaheum jam 4 subuh. Sempat terburu-buru takut telat, ternyata bis Damri Executive jurusan Bandung-Indramayu yang ditunggu-tunggu datang telat. Pukul 6 bis baru bergerak menuju Indramayu. Wheeww. Alhasil kami pun telat sampai ke Indramayu. Sesuai jadwal seharusnya kapal sudah mulai berangkat pukul 11 ke Pulau Biawak, gara-gara Damri telat, kami baru berangkat menuju Pulau Biawak pukul 1 siang. Panas bok!

Perahu "Cahaya Hati" ini adalah perahu nelayan seadanya saja. Jangan bandingkan dengan perahu motor pengangkut penumpang yang jelek di Muara Angke, ini... lebih kecil dari itu. :p Jangan berharap ada life vest atau pelampung untuk keselamatan penumpang. "Cahaya Hati" cukup nekat berlayar dengan ditemani tiga ABK yang sudah cukup lihay, dan.. saya percaya pada mereka. Hehe..

Terus terang ini perjalanan agak nekat buat saya. Pulau Biawak yang terletak di Laut Jawa ini banyak memangsa nelayan. Cuaca pun sebenernya tidak lagi bagus-bagus amat. Tapi niat adalah niat dan tekad adalah tekad. Haha.. well yeah, we did it.

Kurang dari lima jam akhirnya si "Cahaya Hati" merapat ke dermaga Pulau Biawak. Seorang penjaga mercusuar yang sangat baik dan ramah bernama Pak Sumanto dan ditemani dua nelayan yang sedang singgah di Pulau Biawak menyambut kami di dermaga. Beberapa ekor biawak turun ke pantai, ada juga yang berjalan pelan-pelan, tak peduli ada tamu datang.

Image and video hosting by TinyPic

Berbicara tentang Pak Sumanto, orang ini lucu sekali. Melihat ada nelayan dan tamu yang datang, wajahnya langsung sumringah. Maklum saja, Pak Sumanto ini menjaga pulau Biawak sendirian SAJA. Hihi.. Dia sempat bercerita, sangking bosannya dia sering mengobrol dan bercanda dengan biawak. Dia bahkan memanggil para biawak disitu dengan panggilan "Si Bibi" alias si Biawak. Tiap pagi Pak Sumanto menjaring ikan lalu memberi makan Si Bibi, biawak-biawak tersebut jinak kok, asal tidak diganggu. :)

Oh ya kalau ada yang berniat mengunjungi pulau biawak, Pak Sumanto ini sangat senang diberi sayur-sayuran segar dan rokok, karena asupan konsumsi dari pemerintah ke pulau Biawak hanya 3 bulan sekali dan Pak Sumanto sering kehabisan sayur dan rokok. Beliau bercerita sudah pernah mencoba beberapa kali menanam sayuran sendiri, tapi selalu gagal.


Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Karena kami tiba terlalu petang, matahari hanya lima menit saja menyisakan terangnya. Alhasil kami tidak jadi keliling-keliling pulau. Atas saran Pak Sumanto, kami akhirnya menaiki mercusuar tua yang tingginya 65 Meter. Tell you what, this light house is terrific!

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic


Keringat sebesar jagung muncul dimana-dimana saat mendaki mercusuar ini. Harap maklum, im afraid of heights dan tingginya mercusuar ini woo'oowwww... Adrenaline rush!

Keesokan harinya, kami menyusuri Hutan Mangrove dikawal Pak Sumanto sembari menuju spot snorkeling yang paling bagus. Agak repot jalan kaki disini, pertama medannya adalah rawa mangrove, lalu dilanjutkan dengan karang-karang kecil bercampur pasir. Saran : Lebih baik membawa boots atau dive boots, supaya aman. :)

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Underwater Pulau Biawak cukup bagus, at least.. dibanding Pulau Seribu. Haha.. Ada penyu, baracuda dll. Seru!

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Tapi yang paling menakjubkan dari Pulau Biawak adalah melihat sunrise-nya. Rasanya saya belum pernah melihat sunrise se-oranye itu. Seisi pulau seperti menjadi oranye, diselimuti lembayung. Foto di bawah ini bukan hasil editan dan gambaran aslinya kira-kira sebelas-dua belas dengan warna di foto. :)



Tips untuk berangkat ke Pulau Biawak :
1. Budget --> Around 300-400rb. Saya sudah lupa perinciannya, tapi kira-kira untuk bayar DAMRI Bandung-Indramayu, patungan sewa kapal nelayan dan untuk membeli persediaan makanan.
2. Siapkan bekal makanan yang mencukupi, kami sudah belanja ikan dan beras untuk dimasak di Pulau Biawak, namun hari kedua kami disana, pagi-pagi si ABK yang kebagian bertugas memasak belum bangun, alhasil kami kelaparan dan untung Pak Sumanto memberi kami makan nasi dan ikan secukupnya. Agak tidak enak juga sih, karena kami tahu itu persediaan Pak Manto untuk waktu lama, oleh karena itu kami menggantinya dengan uang dan semua makanan yang tersisa (kopi sachet, pop mie, coklat, snack) kami kumpulkan dan kami beri ke Pak Manto.
3. Untuk tempat tidur, lagi-lagi Pak Sumanto berbaik hati memberikan kamar tidurnya untuk kami. Di kamarnya ada satu kasur double spring bed dan satu buah televisi. :p
4. Listrik hanya menyala setelah magrib. Bawalah obat nyamuk semacam autan atau kalau niat bawa obat nyamuk bakar sekalian. Nyamuknya ganasss... Hehehe..
5. Satu jam mendekati Pulau Biawak semua signal langsung menghilang, and i repeat.. SEMUA operator. Lupakanlah blackberry :P
6. Dalam perjalanan pulang, cocokan waktu dengan waktu sunset di tengah jalan, you'll see the greatest view on boat and im not kidding!

Have a nice trip everyone. :)



Monday, May 10, 2010

Krakatau Trip

Haloo traveler. Kita lagi ada rencana mau trip ke Anak Krakatau nih. Tanggal yang direncanakan adalah tgl 28.29.30 Mei 2010 (Tanggal 28 hari jumat tanggal merah). Sebelumnya buat yang belum tahu Anak Krakatau itu apa dan bagaimana. Ini penjelasan sedikit yah. Soalnya banyak juga yang belum pernah kesana nyangkanya ini Cuma gunung doang. 

Gunung Krakatau berada sekitar 30 km arah selatan Pulau Sibesi, pulau paling dekat dengan kepulauan Krakatau yang dihuni penduduk, pernah meletus sangat dahsyat dan sampai sekarang ini Krakatau termasuk gunung berapi yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Setiap beberapa menit sekali Krakatau terkadang masih mengeluarkan letusan.

Letusan hebat pernah terjadi pada tanggal 26 Agustus 1883. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Tsunami ini adalah yang terdahsyat selama dalam catatan letusan Gunung api di Indonesia.

Sekarang ini ketinggian Anak Gunung krakatau mencapai 800 mdpl, dan terus bertambah!

Objek Wisata :
1. Pulau Sibesi
2. Pulau Umang-umang
3. Pulau Sebuku Kecil
4. Anak Gunung Krakatau
5. Snorkling

Untuk budget, sampe saat ini kita masih mencari kuota jadi sifatnya belum fix. Kalau yang berangkat <10 orang, diperkirakan budget bisa mencapai 600-700rb kalau yang berangkat <10 orang, diperkirakan budget sebesar 400-500rb. Itu semua sudah package all in yah, termasuk kapal ferry, kapal penyebrangan dari dermaga canti, juga kapal untuk hopping island. Juga sudah termasuk makan dan penginapan.

Untuk yang ingin liat-liat fotonya seperti apa disana, bisa cek ke beberapa link di bawah ini yah.

http://jejakbackpacker.blogspot.com/
http://jengjeng.matriphe.com/jeng-jeng-sebesi-anak-krakatau.html

CP. Galuh 08179201022
Buluk 081802111026

A Letter to D


Hi DS, yes that's you! Remember me? GS and another DS a.k.a Dionna Saraduhita.
We are the trio DGD. That's our trio. Going on a road trip anywhere, somewhere far, laughing, singing, dancing, do silly things. That's us.



So, what are you doing up there ? I miss you. I checked my archive on messenger, then i found out that you buzzed me couple times 6 days ago. That time i was really busy. I havent got time to reply your buzz and you've been calling me twice on my mobile, is there something you wanted to say to me?

As a matter of fact i hate you DS, for not telling me that you had leukimia. Is that what you trying to tell me? I dont believe so. You're the struggle one. You always full of suprises, until now. Just saying, now i feel like im such a teribble friend. Im so sorry Dian Soraya. Im sorry havent got any chance to hug you and talk to you for the last time. :(


Somehow, if there's any chance you could read my letter, i know what you'll say to me. "Ah dasar lebay luuu cumiiii.." yeah that's you. You're the most energetic woman ive ever met. But just for now, pardon my sadness, plese mind this 'drama-letter-i-know-youll-hate-it". I remembered that night, the biawak night. We were playing with those webcam. Singin, dancing, laughing all night long.  I cant believe you had leukimia. The strong-struggle-nevergiveup Dian Soraya, is that really you?





So that day, the day you passed away. Thursday 6th May 2010, 12.46 AM. All of sudden i just remember you then i tried to call you. It didnt connected so i texted you. I just wanted to remind you about our plan to Biawak and Krakatau. You didnt answer my text. 30 Minutes later someone called and said that you're passed away. Are you kidding me?

Now maybe i know. Why you never had any plan about the future. When we're talk about marriage thingy, and you said you don't want to talk about it. You said "i just want to enjoy this life, for now!" As i thinking about what you said, well that's true. Enjoy the life now, because we never know what will happen next..

Next week im heading to the Biawak, just like our plan before. Really wish that you could go with us. Somehow i can hear you laughing and say, "Screw you Galuh! This place im in now is so much better than Biawak! Hahahaa," Well i've heard that heaven is a wonderful place. It just sad that two weeks ago you called in sick but i thought everything is gonna be just fine. Just like the way you used to be. Apparently its not, for me. You're gone.

Im sorry for being so selfish, but i really never can say goodbye to you. I will always remember you, as a fun crazy traveler, the strongest defender, the great poser and a very best friend.. of mine. Thank you for making me realize that the life we have now is a blessing. I'll see you at the other side of the universe, mate.

Have a nice trip up there.



-
In Memoriam, Dian Soraya (Dian Utami Dewi): 2 Nov 1983 - 6 May 2010-

Tuesday, April 27, 2010

Tamasya Pulau Tidung

Image and video hosting by TinyPic

Cerita dari bulan Maret, yang belum juga sempat ter-posting sampai bulan April. *giggling*

Hadiah long weekend dari si pembuat kalender di bulan Maret, akhirnya saya memutuskan untuk bertamsya ke Pulau Tidung.
Tidak jauh dari Ibukota, hanya menempuh tiga jam perjalanan laut dari Pelabuhan laknat Muara Angke.
Mengapa saya bilang laknat? Ya.. silahkan saja datang dan buktikan sendiri, teman. :)

Tiga jam perjalan dari Muara Angke - kalau kamu tertidur lelap di kapal dan bangun ketika kapal hendak merapat - pemandangan pulau Tidung seperti fatamorgana. Yang tiba-tiba saja muncul setelah kepala kamu sudah terisi dengan pemandangan Muara Angke yang kotor, air laut berwarna hitam, sampah plastik di setiap sudut, ditambah bau busuk yang menyengat.

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

If you want to go to Tidung, please be aware and fully note this :

1. Sebelum/Begitu sampai - langsung booking sepeda. Di musim liburan, penyewaan sepeda laris manis bak kacang goreng. Kalau sampe ga kebagian sepeda berabe pokonya. Disana cuma ada beca/sejenis ojek motor yang harga sewanya selangit.
2. Kalau nginep di rumah penduduk, amati tempat jemuran. Dive suit Speedo milik teman saya dan beberapa baju yang dijemur malam-malam, habis digondol maling. Kalau tempat jemuran terbuka, kalo udah mu tidur, mendingan dimasukin aja, lanjut jemur besok lagi.
3. Sandal juga! Haha.. disini malingnya ga ganas kok, ga bawa samurai. Tapi maling kecil-kecilan, macem sendal, jemuran dll. Jadi - tetaplah waspada.
4. Kapal pulang menuju Muara Angke - kalau udah penuh dia langsung maen cabut aja, ga peduli jam lepas landas jam 7, kalo setengah 6 udah penuh ya cabut aja gitu langsung.
5. Pulau Tidung anginnya gede - banget. Apalagi malem-malem. Sempet ngeri juga awal-awalnya. Waspada kena masuk angin, selalu bawa antangin/tolak angin atau obat sejenisnya.




In conclusion ; They have the worst coral ive ever seen. Ya harap dimaklumi saja, namanya juga Pulau Seribu. Tempat wisata yang terlalu dekat dengan kota pasti sudah hancur lebur, tapi dengan pertimbangan waktu dan biaya, Pulau Tidung bisa jadi alternatif menarik buat sekedar jalan-jalan dan refreshing dari sumpeknya Jakarta. :)

Monday, April 26, 2010

This Bird Only Talk in 140 Characters



You put a shirt on 140 characters.
Just be careful.
People would love to judge you on that short phrases.

Me and twitter thing.



Coast to Coast

Image and video hosting by TinyPic

Seharusnya sudah lama sekali saya mem-posting yang satu ini, tapi apa daya, tolonglah maafkan saya wahai pembaca. Ketidakbecusan saya mengorganisir waktu 24 jam dalam sehari tidak pernah cukup. Maybe i should take an management class, instead of taking comm buss? Ok. Nevermind.

Alih-alih mau camping dan menjajal habis Pulau Biawak Indramayu, saya malah berakhir di Pantai Laut Selatan. Seriusan, ini sangat menyebalkan. Cuaca buruk yang terus-menerus menghantam Indramayu membuat semua kapal yang berlayar ke biawak mengurungkan niatnya. Nelayan lebih memilih main gapleh sambil minum kopi di teras rumah mereka, daripada berkorban mengantar saya dan teman-teman selama tiga jam menuju pulau biawak. Darn!

Akhirnya, karena mood keburu naik ingin segera menghitamkan kulit, mind set sudah kepalang disetel menjadi pasir sekaligus terumbu karang, akhirnya kami berangkat juga ke Laut Selatan.

Terus terang, Pangandaraan sangat membosankan bagi saya. Selain lautnya kotor, coralnya juga sudah banyak yang hancur. Tapi ini lah satu-satunya laut yang aman untuk didatangi ditengah cuaca yang benar-benar buruk ini.

Pagi-pagi sekali, akhirnya sampai di Pangandaraan. Sekitar jam 5 subuh, sengaja supaya di jalanan tidak macet dan kami tiba tepat saat sunset.

Tujuan pertama : Citumang

Sekitar 20 menit dari Laut Barat Pangandaraan, ditambah berjalan kaki sekitar 20 menit menuju goa citumang. Disini bisa berenang tanpa takut keselek air laut yang asin, karena airnya tawar dan amat sangat jernih. Totally noooooo kidding!

Image and video hosting by TinyPic

Dian and Dionna enjoying the view around Citumang. :)

Image and video hosting by TinyPic

well, that's me :)

Tujuan selanjutnya (setelah mencari hotel tentunya) its The Green Canyon.
Believe it or not, hampir lima kali saya bertandang ke selatan, saya belum pernah menyempatkan diri mampir ke Green Canyon. I dont know why. Kesukaan saya setiap ke Pangandaraan hanya satu, yakni ; sewa ATV :P

Image and video hosting by TinyPic

The Green Canyon

Saya tidak terlalu banyak motret disini, like i said before, i never had any big
interest with this place. :(

Day Two. Next destination : Batu Karas

Hari itu Pangandaraan ramai luar biasa. Selain saya tidak suka keramaian, faktor lainnya, dimana ada keramaian, disitu banyak sampah. and i hate it. Jadi pergilah kami ke laut sebelah.

Image and video hosting by TinyPic

Me and dian. After having a big roast chicken. Fully loaded!

4th Destination : Pasir putih.

Memakan waktu hanya 5 menit saja, terombang ambing di kapal nelayan yang disewakan 10rb/ orangnya.
So here it goes, the white sandy beach, a.k.a Pasir Putih.

and here's some pictures i took.

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Dian is trully a poser, yeah tell me about it!

Sekitar pukul 1 siang, check out di hotel, menuju Bandung melalui Tasikmalaya.
And here it goes the most interesting one, The Nusa Manuk.
The place is located near Cipatujah. Its truly beyond expectation!

Here's some photos.


Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic


Image and video hosting by TinyPic

Oww, and the view while we were on the road to Nusa Manuk its fantastic!

Image and video hosting by TinyPic

Isn't it? Beautiful, eh? :)