Friday, November 25, 2011

Hong Kong and Beyond

Travelling to Hong Kong and Macau in the middle of fasting month and summer season. Ouch!

Bandung-Medan-Hongkong-Macau-Hongkong-Medan-Bandung, 8 days in total.

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

First of all, they dont speak english, even when you can find one, the pronounciation only make it worse. Believe me, you're just gonna ended up like, "Im sorry, what?" , "I beg you pardon?" or "HUH???" and then.. Ok.ok. Im good. Thanks. *frowned* So when you get lost do not expect that you can ask the locals, just count on your maps and GPS.
Hong Kong is ranked at number three for the world top 10 most expensive cities, after Tokyo and Angola. We were staying at Chung King Mansion, Park Guesthouse, a cheap guesthouse for backpacker. Waited for long que to go back to our room after mid-night with the slow elevators. The rooms were a bit small but i think that is generally the case in Hong Kong, now i do know why people call it 'a bird cage'. Thank God the staff at our guesthouse is a friendly Philippine and she speak english very well.

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Shopping centre is everywhere around the city. And ohforgodsake, its totally cheap. Im a big fan of Dr. Martens, you can find its like half price from Dr. Martens counter at Grand Indonesia. But of course, buy a pair of Martens is not on my budget. I was just this close |--| to use my credit card and bring that Martens home. Huhuhu.. :(

What i love so much about Hong Kong is their public transportation. Its totally organized, they have this Octupus Card, that valid for 8 types of different transportation. Even if Hong Kong is small place with lots of people around the world, business place is like everywhere, but still there's not much traffic in town. "So where is the Disneyland?", "Oh its quite far away from here, its in Lantau Island. About 50km from here.". Ok, took MRT to Lantau Island then BUMP, we got there for like 20 minutes? Hoho. Fast fast fast!

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

and then.. here we go to MACAU!
We only took a one day trip to Macau. It cost around IDR 300.000,- (return ferry ticket) The ferry its very much different with the ferry in Indonesia hehe.. Its so comfortable and super fast!
It only took about 1 hour to reach Macau.

Macau is one of the two special administrative regions of the People's Republic of China. It lies on the western side of the Pearl River Delta, bordering Guangdong province to the north and facing the South China Sea to the east and south. Macau was a Portuguese colony and both the first and last European colony in China, thats why we could find a lots of beautiful old colony Europian building. Very interesting architecture.

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

and me, doing some silly pose.

Image and video hosting by TinyPic

PS : I didnt put watermark on my photos, but dear that doesn't mean you can repost it without my permission. If you want to use one of my photo, just give me some credit, will ya?

The One Who Keeps On Singing

When everything is in ruin. Thats me.

Well apparently, being single and jobless in late 20s bring you a chance to do this thing, small things that keeps you happy. Like singing, dancing and for me is, playing piano. I was laying all day long in my bedroom, watching dvd then decide to get up and bump, there you go, my piano, fyi i havent touch that piano for like 2 years? Haha.. So i play it.

Later on i found Firework chords for guitar on internet and decided to play it with my piano. After a while i was thinking, ahh why not turn on the webcam and record this thing? Haha!
Sorry, if you find me keep lookin at the webcam thats simply because i dont remember the lyrics.

Ok here we go. So heres my rules if you want to watch this video.

1. Excuse my voice. Im no singer. So relax, im not gonna join the Indonesian Idol.
2. The piano sounds real bad. Yeah i noticed that. It hasnt been tuned for almost 2 years.

Enjoy this stupid little thing. >.<

Thursday, November 17, 2011

Just when you think you can't get any crazier...

This is. Me. Haha!

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPicImage and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Anyway.. save yourself for some suprises.

1. Currently, im into make up. Haha! If you have known me for years you must be shock. Yeah, me? Me? Really. Yes buddy! You can really tell, yes people does change. Ill save the story later on another post, oh this is so interesting. :D
2. Im officialy pengangguran! Yeay! Still dont know which way to choose. But i think for now im gonna give myself a lil break. :p
3. Im taking a Japanese language class now. Actually, my mom is an expert, however i barely touch her books, i dont know anything about Japanese thingy. But im so enjoying my class a lot. Still learning how to write a good hiragana. Wish me luck!
4. Next month im also taking a traditional dance class. Haha! Funny, eh? Lets see what i can do after a couple months, tari merak battle, perhaps? :D
5. Im quitting hockey. I got bored. (Oh well.. seriously, after 12 years, what do you expect?) Thats why i decided to join the dance class.

to be continue..

Hajimemashite!

Sunday, October 23, 2011

From Bali to Gili


Hasil hunting tiket gratis dari AirAsia tahun kemarin saya pergunakan untuk menginjakan kaki di Gili - Lombok - Nusa Tenggara Barat. Cukup lumayan juga waktu yang dibutuhkan, kurang lebih perjalanan saya kali ini memakan waktu 8 hari. Kalau kamu berstatus pegawai yang belum juga setahun bekerja, sudah lupakan saja rencana untuk mengunjungi Lombok. Waktu yang dibutuhkan menurut saya sih paling efektif adalah 4-5 hari. Dari delapan hari yang saya punya kemarin, dimulai dari CGK-DPS-CGK, saya menghabiskan waktu di Lombok 5 hari dan Bali 3 hari.

Image and video  hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

salah satu sudut pantai di Gili Trawangan


Pesawat saya mendarat di Bali pada pukul 7.20 WITA. Kami langsung menelusuri Poppies 2 (otomatis mencari yang termurah, hostel/losmen untuk backpacker kere macam kami) FYI rata-rata losmen/hostel backpacker di Bali tidak bisa menggunakan sistem booking, go show dan bismillah adalah jalan paling tepat. :p Honestly, dari total kunjungan saya ke Bali sebanyak empat kali, baru kali inilah saya benar-benar merasakan datang ke Bali sebagai backpacker. Selain bahwa saya bukan salah satu penggemar Bali, setiap ke Bali kedatangan saya selalu bersama keluarga atau teman-teman yang tidak bisa dicap backpacker, tinggal di tempat murah yang jelas bukan pilihan mereka. Hehe..

Hasilnya? Hmm.. (sedikit) mengecewakan. Kami mendapatkan kamar termurah di Kuta, seharga Rp. 100.000,- per kamar. Kamar berisi dua tempat tidur single (twin) atau double. Kamar juga bisa diisi tiga orang tanpa dikenai charge tambahan, sudah dilengkapi kamar mandi dan fan. Sayangnya, kamar kami jendelanya rusak tidak bisa dikunci, lalu teman saya di kamar yang lain mendapati seprainya terdapat noda (yang sepertinya) darah. Yikes. Tapi apa boleh buat. You get what you paid, right? Tinggal tutupi seprai dengan kain/sarung, beres deh. :)

Makanan paling enak kalau kamu menginap di Poppies 2 adalah Warung Indonesia. This one is totally recommended. Menunya nasi campur dengan lauk yang beraneka macam. Enak dan sangat murah. Hari pertama kami di Bali malah hedon dan hura-hura haha.. maklum ada teman dalam rombongan kami yang merasa tak lengkap rasanya ke Bali tanpa berpesta :p Untuk yang ini saya kayanya belum terlalu expert merekomendasikan tempat-tempat yang oke. Terakhir saya dugem di Bali adalah tahun 2006 di Hard Rock Cafe haha so yesterday ya? Tapi Sky Garden lumayan menarik, walaupun dicharge IDR 50.000,- /person langsung bisa ditukar dengan minuman dan tempatnya tak membosankan. Atau Apache dengan promo buy get one free nya juga cukup menarik. Intinya banyak kok tempat menarik di Legian bagi yang mau hedon, yang perlu dicermati hanya satu (buat saya pribadi) : bule-bule mabuk yang menyebalkan. Yuck.

Malam itu juga kami mencari travel agen yang menyediakn shuttle bus langsung ke Gili Trawangan. Sebenarnya akan lebih murah apabila menggunakan jalur ngeteng, alias naek angkot/mobil charteran sampai Padang Bai, lalu naik ferry menuju Pelabuhan Lembar, namun dengan perhitungan quota kami yang hanya berjumlah lima orang, serta kebanyakan dari kami adalah perempuan, kami putuskan untuk menggunakan jasa shuttle bus. Jasa shuttle bus dari Legian menuju Gili umumnya adalah IDR 180.000,-/person, namun dengan kemampuan saya menawar (agak) sadis plus wardrobe mahasiswa semester awal dan muka prihatin, "Bli.. mahasiswa nih bli.. harganya dong Bli..", akhirnya kami mendapatkan harga IDR 140.000,- /person. Total PP adala Rp. 280.000,- Lumayan boy, bisa dipake buat makan. :p

Shuttle bus menuju Gili berangkat setiap jam 07.00 pagi. Service termasuk penjemputan dari hotel sampai dermaga Gili yang dituju (Air, Trawangan atau Meno). Walaupun namanya shuttle bus, jangan salah paham ya, bus yang dimaksud adalah mobil ELF 300 atau sejenis mobil-mobil travel. Kurang lebih dua jam perjalanan menuju Padang Bai, lalu kita akan diturunkan di Pelabuhan dan menunggu sampai ferry datang. Ferry berangkat jam 12.00 siang, lumayan juga waktu yang dipergunakan untuk menunggu.

Image and video hosting by TinyPic

Pemandangan dari Pelabuhan menuju bangsal.

Setibanya di Pelabuhan Lembar, perjalanan dengan ferry kurang lebih memakan waktu 4-4.5 jam tergantung ombak dan cuaca saat itu, kami dijemput dengan mobil travel dan diantar ke Bangsal. Bangsal adalah dermaga kapal-kapal kecil yang nantiknya akan mengantar kita ke Gili. Suatu kebetulan yang menguntungkan, di ferry teman kami berkenalan dengan seorang pemuda Mataram asli haha.. dari dia kami mendapatkan info tempat menginap termurah di Gili Trawangan. Namanya Bungalow Hantu. Walaupun namanya sedikit aneh tapi tempatnya nyaman dan bersih. Harga perkamar hanya IDR 80.000,- dengan tempat tidur double. Meskipun kamar diisi oleh tiga orang juga tidak dikenai charge tambahan. Hoorayy! Tempatnya memang tidak di pinggir pantai, tapi sangat dekat ke pantai.

Oh ya, saat sedang menunggu di bangsal kami melihat pengantin yang diarak berjalan kaki di tengah jalan. Ternyata adat Lombok mengharuskan pengantin yang sudah resmi menikah, untuk diarak dengan berjalan kaki menuju ke rumah penganti perempuan. Yang lucu, arak-arakan ini diiringi dengan organ tunggal yang memainkan lagu dangdut. :))

Image and video hosting by TinyPic

Pengantin yang di arak oleh warga :)


Perjalanan dari Bangsal menuju Gili Trawangan memakan waktu sekitar 30 menit saja. Setiba di sana kami langsung bertanya pada penduduk setempat mengenai lokasi Bungalow Hantu. Penjaga bungalow ini juga baik dan ramah, walaupun sering sekali dia bangun terlalu siang, sehingga kami sering kesulitan mencari air panas untuk bikin kopi di pagi hari hehe.. Di Gili tidak diperbolehkan menggunakan alat transportasi yang menggunakan mesin (kecuali perahu tentunya) sehingga alat transportasi disini hanya ada dua jenis : sepeda dan delman. Penyewaan sepeda rata-rata berkisar Rp. 45.000,- sampai Rp. 50.000,- untungnya mas penjaga Bungalow Hantu mau memberikan harga murah untuk penyewaan sepeda sebesar Rp. 35.000,- saja.

Image and video hosting by TinyPic

Mengendarai sepeda di Gili gampang-gampang susah.
Ada beberapa jalan yang tidak bisa dilalui sepeda karena terlalu berpasir, mau tak mau harus turun dari sepeda.


Image and video hosting by TinyPicMe, was trying to capture my favorite ice cream place.
Gelato Rp. 15.000,-


Gerai-gerai tour agent yang menawarkan berbagai macam paket mulai dari tur komodo hingga rinjani dapat ditemui di sepanjang jalan Gili Trawangan. Berhubung waktu kami hanya 5 hari, kami hanya memilih paket tour snorkeling tiga pulau dengan glass bottom boat yang dibanderol Rp. 100.000,- dan lagi-lagi kami tawar hingga Rp. 85.000,- hehe. FYI tur komodo berkisar 1.5 - 1.8 juta rupiah 4hari 3malam onboard all in, sedangkan tour rinjani Rp. 800.000-Rp. 1 juta. Tergantung kemampuan kamu menawar ya. :)

Pulau Gili Trawangan sungguh di luar dugaan saya. Pulau ini sangat modern! Haha walaupun tidak ada kendaraan bermotor, pulau ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari klinik 24 jam, toko baju Vintage, toko buku hingga atm berbagai macam bank bersebaran di mana-mana. Baru kali ini rasanya saya mengunjungi pulau sekecil ini yang memiliki atm.

Image and video hosting by TinyPic

Hari pertama karena kami tiba selepas maghrib, kami hanya check in di Bungalow Hantu lalu mandi dan berjalan-jalan sembari mencari makan malam. Setiap malam, tepat di pintu dermaga Gili Trawangan terdapat sejenis night market yang menjual makanan. Murah-murah dan enak, mulai dari sea food hingga mie ayam. Hiburan lain di pulau Gili Trawangan adalah menonton film di layar besar, kira-kira semacam layar tancap haha.. cukup membeli makanan atau minuman, kamu sudah bisa menonton film di pinggir pantai sambil tidur-tiduran.

Hari kedua kami memutuskan untuk bersepeda memutari Gili Trawangan. Kira-kira dibutuhkan waktu hampir satu jam untuk mengelilingi seluruh Gili. Setelah itu kami beristirahat di sebuah warung yang menjual kelapa muda sambil berenang di pantai. Pantainya sangat sepi dan bersih. Mudah sekali menemukan mama penyu disini. :)

Image and video hosting by TinyPic

Hari ketiga kami mengikuti tour snorkeling di tiga pulau (Trawangan, Meno, Air). Tour ini dimulai pukul 10.30 hingga 14.30. Underwater ketiga gili ini menurut saya tidak terlalu istimewa, sudah lumayan banyak yang hancur, walau tidak separah pulau seribu. Kelebihannya mungkin karena banyak sekali penyu disini. Selesai mengikuti tour kami kembali ke Bungalow Hantu, mandi lalu berangkat menuju Gili Trawangan Hill untuk melihat sunset.

Image and video hosting by TinyPic

Perjalanan mendaki menuju puncak bukit bisa dicapai dalam waktu kurang lebih lima belas menit saja. Tidak terlalu jauh kok untuk sampai puncak dan puas sekali rasanya melihat sunset di Gili dari atas bukit. Ah-ma-zing!

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

and.. you'll see this greatest view. Tadaa..

Image and video hosting by TinyPic

Catatan penting :
1.) Orang-orang di pelabuhan Padang Bai itu menyebalkan luar biasa. Mereka lebih menghargai turis mancanegara dibanding turis lokal. Bisa dipahami, setelah saya perhatikan turis domestik di Gili mungkin hanya berkisar 10% saja, sisanya adalah turis mancanegara. Ironic.
2.) Hati-hati dengan porter yang suka main angkut ransel/koper, mereka dengan seenaknya mengangkut seakan itu adalah bagian servis travel agent yang kami sewa. Nyatanya setelah sampai di ferry mereka meminta bayaran IDR. 50.000,- dan mereka tidak mau dibayar kurang dari itu. Zzz..
3.) Harga-harga di mini market di Gili Trawangan sangat mahal. Semisal, sampo Clear berukuran 100 ml dibanderol Rp. 30-40rb Minuman soda kaleng Rp. 10-15 ribu, bir bintang kecil Rp. 20rb dll bisa dimaklumi karena akses masuk ke pulau ini juga tidak murah.

Hari keempat kami pulang menggunakan shuttle boat pada pukul 8 pagi, sudah termasuk dalam biaya Rp. 140.000,- sesampai di Bangsal kami diantar oleh travel agen kami menuju Senggigi dan menginap semalam disana.

Image and video hosting by TinyPic

Pantai Senggigi, dulunya adalah salah satu pantai favorit di Lombok. Namun ketika kami sampai disana, Senggigi sangat sepi dan ternyata pantainya kotor sekali. Sampah berserakan di sepanjang pesisir pantai. :( Turis pun sangat sedikit sekali jumlahnya. Jam delapan malam, Senggigi terkena pemadaman listrik dan kami pun mati gaya. -_- Ternyata perihal pemadaman listrik ini memang sudah sering terjadi di Senggigi. Bahkan pedagang kaki lima pun sudah sedia genset. Alamak..

Image and video hosting by TinyPic

the dirty Senggigi..

Sehari di Senggigi, keesokan harinya kami langsung bertolak menuju Bali. Masih menggunakan shuttle bus yang sama. Ada salah satu kejadian menyebalkan setibanya kami di Padang Bai, Bali. Saat itu saya dalam keadaan kebelet pipis, lalu saya berkata pada staff tur agen kami di Bali untuk permisi ke toilet, eh dia menjawab dengan semena-mena, "Kamu orang lokal diem aja deh tunggu sini."
Man, WHAT THE FUCK? Gggrhhh.. seriusan deh, kalo si Bli itu temennya ga banyak, saya mau deh berantem satu lawan satu. -_- Seperti saya sebutkan satu di atas, jarang sekali turis lokal yang berkunjung ke Gili. Dalam ferry saja, sepertinya kami hanya satu-satunya turis lokal, yang lainnya kebanyakan turis Australia dan Eropa.


Friday, September 30, 2011

Membeli Gengsi

Suatu siang, saya bertemu dengan seorang teman lama. Sambil makan siang kami mengobrol ngalor-ngidul sampai tiba-tiba dia berkata (kira-kira) seperti ini :

Dia : Duh lagi pusing nih mesti bikin makalah pesanan. Cuma 9 halaman sih, tapi bukan bidang gue. Jadi pusing nih cari bahan.

Saya : Hah? Pesanan? Siapa yang pesan?

Dia : Anak MBA titik titik titik. (sensor)

Saya : Buset. Dibayar berapa lo?

Dia : Rp. 500.000,-

...

Pembicaraan berlanjut lagi. Saya menyatakan keheranan saya sekaligus pengandaian saya. "Gila ya, makalah 9 halaman bayarnya 500rb kalo gue jadi dia sih mending gue pelajarin sendiri. Begadang ya begadang deh." Lalu dia menjawab, "Yah.. orangnya sibuk."

Saya : Terus ngapain dong kuliah lagi?

Dia : Yaaa biasalah, gengsi.

...

Ngek. Saya tertohok. Beneran deh. Saya tahu kok semua orang punya gengsi. Yakin. Termasuk saya. Tapi gengsi itu relatif dan sangat variatif. Sebisa mungkin gengsi jangan sampai merugikan orang lain.

Terus gengsinya disebelah mana? Karena S2? Karena MBA? Emang keren yah?
Logikanya aja deh ya. Orang sekolah biar apa? BIAR PINTER. Yang artinya, orang yang sekolah itu GOBLOK. Makanya disekolahin. Biar rada berotak (dikit). Terus terang aja saya juga merasa begitu kok.

Kenapa saya sekolah lagi? Tentunya selain alasan biar ga ditanya kok ga nikah-nikah, ya jujur saja, saya merasa bodoh. Hampir tujuh tahun saya baru bisa menyelesaikan S1 saya, selain saya sibuk main hockey kesana-kemari, masuk karantina pelatihan hockey yang sangat memakan waktu dan tenaga, saya juga dulu tak serius sekolah. Bodoh ya? Memang! Capek-capek lulus SPMB dimana hampir sekian banyak orang yang berjuang supaya bisa bayar murah di perguruan tinggi, saya malah main hockey kesana-kemari.

Sekolah lagi adalah cara saya mendapatkan ilmu lebih banyak lagi. Selain itu saya merasa berhutang, satu pembuktian saya kepada orang tua saya, bahwa saya juga bisa kok sekolah serius dan cepat lulus. Metode pembelajaran di pascasarjana juga salah satu yang saya cari. Mahasiswa bebas mengeluarkan suara, hampir semua kelas yang saya masuki adalah kelas diskusi. Which is very interesting. Setelah lulus S2, lalu apakah saya merasa pintar? Tidak juga. Kalau kamu sering baca buku dan banyak bertanya, baru sadar deh, kok banyak banget yah yang saya nggak tahu? Saya bodoh ya? Iya. Makanya sekolah.

Kalau S1 malas-malasan, oke lah saya paham. Budaya di masyarakat perkotaan memang cenderung melecehkan orang yang tak sekolah. Tak jarang anak dipaksa kuliah oleh orang tua mereka, padahal mungkin mereka maunya jadi musisi atau mungkin mau tidur sampai mati. Tapi kalo S2 kan pilihan, karena kemauan, bukan karena paksaan.

Menurut saya sih masih lebih baik gengsi karena tak memiliki blackberry, atau bahkan karena tidak pakai baju keluaran Zara daripada sekolah hanya untuk gengsi. Setidaknya kamu tidak menipu orang tua kamu, dosen kamu, bahkan diri kamu sendiri. Sekolah pascasarjana itu mahal luar biasa lho. (menurut saya)

Untuk cari kerja? Apa lebih besar kesempatan dengan gelar pascasarjana? Dalam lingkungan akademik mungkin iya. Kesempatan jadi dosen terbuka sangat lebar. Tapi di dunia kerja yang lain? Ah tidak kok. Sama-sama saja. Bahkan menurut saya malah lebih sulit, karena perusahaan-perusahaan di Indonesia kebanyakan pelit sekali menggaji karyawan. Dengan gelar di atas S1, mereka ketakutan kalau dimintai bayaran tinggi. Lebih baik menggaji lulusan S1, gaji tidak tinggi dan bisa dipaksa kerja rodi. Beres.

Jadi, saya masih saja heran dengan orang-orang yang over-minder, sehingga merasa harus sekolah lagi hanya demi menaikan gengsi. Memangnya kenapa sih kalo bodoh? Ga dosa kan jadi orang bodoh?

Mau masuk surga juga ga akan ditanya kok, "Eh kamu S2 apa D3, Mas?"

...

Friday, September 23, 2011

Ziva Elysia


Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

objek foto yang selalu marah.

...

Thursday, September 22, 2011

if you can survive, you must remember 'i love you'

Image and video hosting by TinyPic

This is a true story of Mother’ s Sacrifice during the Japan Earthquake. After the Earthquake had subsided, when the rescuers reached the ruins of a young woman’s house, they saw her dead body through the cracks. But her pose was somehow strange that she knelt on her knees like a person was worshiping; her body was leaning forward, and her two hands were supporting by an object. The collapsed house had crashed her back and her head.

With so many difficulties, the leader of the rescuer team put his hand through a narrow gap on the wall to reach the woman’s body. He was hoping that this woman could be still alive. However, the cold and stiff body told him that she had passed away for sure. He and the rest of the team left this house and were going to search the next collapsed building. For some reasons, the team leader was driven by a compelling force to go back to the ruin house of the dead woman. Again, he knelt down and used his had through the narrow cracks to search the little space under the dead body. Suddenly, he screamed with excitement,” A child! There is a child! “

The whole team worked together; carefully they removed the piles of ruined objects around the dead woman. There was a 3 months old little boy wrapped in a flowery blanket under his mother’ s dead body. Obviously, the woman had made an ultimate sacrifice for saving her son. When her house was falling, she used her body to make a cover to protect her son. The little boy was still sleeping peacefully when the team leader picked him up. The medical doctor came quickly to exam the little boy.

After he opened the blanket, he saw a cell phone inside the blanket.
There was a text message on the screen.
It said ,” If you can survive, you must remember that I love you.”

Taken from Bhaskar Madkaikar

Wednesday, September 21, 2011

Pengalaman Memakai Kawat Gigi

`Ok. Sekarang saya akan menceritakan pengalaman memakai kawat gigi. Sengaja, judul dari post ini dibikin seperti 'keyword' untuk googling, terus terang saja, waktu saya memutuskan untuk memakai kawat gigi, saya kesulitan banget cari tulisan-tulisan pengalaman orang yang dikawat gigi. Jadi kira-kira seperti ini kronologisnya.

Seperti yang sudah saya ceritakan di sini. Akhirnya sekitar dua bulan lalu saya memutuskan untuk memakai kawat gigi. Setelah googling dan tanya sana-sini, akhirnya saya memutuskan untuk memakai kawat gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut - Jl. Riau Bandung. Pertimbangannya adalah : MURCEU. Titik. Awalnya sempat bingung juga mau pasang dimana, mulai dari yang harganya Rp. 800.000,- sampai Rp. 12.000.000,- ternyata hati-hati lho, banyak orang yang menawarkan pasang kawat gigi dengan harga murah ternyata yang pasangnya adalah tukang gigi/ahli gigi. Kadang mereka bilang 'asisten dokter' or whatever yang jelas BUKAN dokter. Dokter gigi juga tak semua ahli memasang kawat gigi. Pemasangan kawat gigi hanya boleh dilakukan oleh Orthodonti, gelarnya Sp. Ortho.

Lanjut. Pasang kawat gigi di RSGM Rp.3.950.000,- ditambah biaya cetak gigi + foto gigi di Lab Pramita + biaya cabut gigi dll kurang lebih kocek yang harus disediakan Rp. 5.000.000,- Sakit hati deh sebenarnya. Rp. 5.000.000,- kan bisa dipakai backpacker bulak balik Komodo-Flores. Hikss.. Ya sudahlah ya, demi gigi. Tahap pertama mendaftarkan diri dulu sebagai pasien di RSGM. Setelah itu gigi saya dicek oleh si Dokter. Mana yang harus dicabut, mana yang harusnya maju, mana yang harusnya mundur.

Gigi saya yang harus dicabut ada dua buah. Ugh. Tapi untuk nyabut gigi saya sengaja datang ke dokter langganan saya bukan di RSGM. Oh ya rekomendasi kalau mau cabut gigi silahkan datang ke dr. Harry prakteknya di Jl. Sabar Bandung. Lulusan Jepang, orangnya baik dan ramah. Sering lihat orang habis cabut gigi kesakitan dan ngilu dan anu-anu. Sama dr. Harry ini enggak lho. :)

Setelah gigi udah pada dicabut. Tahap selanjutnya pembersihan karang/scaling. Untuk tahap ini saya scalling di RSGM seharga Rp. 260.000,- lumayan juga ya bok dibersihin karang gigi gitu. Ngilu-ngilu gimana gitu. Dan sempat jiper pas kumur pertama setelah discalling, ih kok darah semua? Benci deh liat darah keluar dari mulut. Tapi senang, setelah di scalling, secara saya perokok berat, uhm.. ya gitu deh. Kok jijik ya diceritain disini. Banyak bekas-bekas nikotin yang menempel gitu. Setelah discalling giginya jadi bersih dan licin. Bekas nikotin semua hilang dan rasanya sayang kok ya dipakai merokok lagi. -_- Oh ya scalling ini penting lho kalau mau dikawat gigi, karena gigi dan gusi harus dalam keadaan sangat bersih dan sehat kalau tidak nanti bakal meradang setelah kawat terpasang.

Setelah tahap cabut gigi dan scalling gigi saya dicetak gitu, mirip-mirip adonan kue tapi baunya sih bau-bau mint menthol gitu. Setelah dicetak saya diharuskan foto gigi dan tengkorak kepala di Lab Pramita, menunggu seminggu lalu saya dipasang ring di gigi. Nah ini dia yang orang-orang sering bilang, "dikawat gigi tuh sakit banget." Man, its not the braces, its the ring! Jadi nanti si dokter akan membuat space di antara kedua gigi rahang atas dan bawah untuk menaruh catokan braces. Itu dia yang nampol banget rasanya. Ya bayangin aja ada karet berbentuk ring tiba-tiba ditaro di antara gigi yang biasanya rapet. Huks. Awal memakai ring, saya masih biasa aja. "Ah mana nih sakitnya. Biasa aja, makan juga masih enak." *belagu* Namun.. begitu keesokan pagi saya bangun, DUENG. Anjrot! Sakit gilaa! Gigi tuh semua terasa ngilu.Boro-boro dipake ngunyah, ngomong aja males!

Hampir tiga hari deh gigi saya mencoba beradaptasi dengan ring sialan itu baru saya sudah mulai bisa makan. Setelah seminggu memakai ring, saya kembali ke RSGM dan ring sialan itu dilepas dan diganti dengan ring besi yang lebih tipis. Berhubung udah biasa tersiksa dengan ring karet, begitu dipasang ring yang besi malah biasa aja ga terasa sakit. Setelah itu baru deh braces nya dipasang.

Hari pertama pakai kawat gigi hmm.. ya biasa aja sih. Agak gengges mulut jadi terasa monyong dan bibir sering nyangkut kalau ketawa terlalu lebar. -_- hari kedua baru deh.. hhihi.. DUENG. Sakit lagi. Tapi masih mending sih dibanding awal pertama pakai ring, sakit karena braces ini masih bisa ditolerir lah. Yang sakit itu ketika ngunyah makan, tapi kalo saya sih hajar bleh yaah ngilu dikit. Sampe bela-belain belajar masak pasta yang lembut buat dimakan sendiri hihi..

Kesimpulan : Masih bingung sama anak-anak gahul yang pada pake braces untuk pergaulan. Bok, sakit gitu. Ga worth it banget deh kalau cuma untuk gaya-gayaan. Udah mahal, sakit pula. Kemarin aja sangking ga kuat nahan sakit pas pake ring, saya sampe ada niat mau kabur aja ga jadi pake braces haha.

Keismpulan 2 : kalo kamu punya gigi yang bagus dan rapi, bersyukurlah. Rajin gosok gigi, rajin bersyukur ngucap terima kasih sama Tuhan dan orang tua yang mewariskan struktur gigi yang bagus juga, ngucap terima kasih sama mama yang dulu pas hamil kamu sering makan asupan kalsium sehingga gigi kamu sampai sekarang ga pernah ada masalah. Cause you know what, this braces thing.. it really is : a pain in the ass.

...

Monday, August 8, 2011

Pano App. Tested.

Oh ya sebelumnya, pengumuman. Blackberry saya sudah lenyap dicuri orang. Sedih sudah tentu, tapi mungkin ini perihal saya juga yang mulai sudah tidak menyukai blackberry. Bahkan beberapa hari sebelumnya, si blackberry hitam ini saya banting dengan semena-mena karena saya sedang kesal dengan seseorang.
Bodoh ya? Iya.

Akibat dari membanting blackberry seenak jidat itu, dan oh ya, tenaga saya cukup kuat karena saya suka angkat beban, alhasil alam pun menyalahartikan perbuatan saya. Dikiranya, saya sudah tidak butuh blackberry lagi. (mungkin) Hilanglah sudah itu barang dicuri orang. -_-

Setelah tidak berhandphone beberapa hari, akhirnya saya memutuskan untuk membeli handphone lagi. Berhubung memang sudah bosan dengan blackberry akhirnya saya membeli Iphone. Atas dasar pertimbangan dan saran dari teman-teman.

Dan ternyata.. Iphone ini menarik. Aplikasi-aplikasi yang ditawarkan sungguh membuat saya lupa daratan. Where have you been Gal? Bahkan H-1 sebelum saya sidang, saya malah sibuk nongkrongin Itunes dan mencari aplikasi-aplikasi foto yang lucu dan aneh. :p

Ini salah satunya. Pano Application.

Image and video hosting by TinyPic

Lucu ya? Kekurangannya : resolusinya kecil. -_-

Ill make another capture with this app. Nanti akan saya post lagi.

Sampai jumpa. :)

...

Trans Studio Bandung

Saya termasuk salah satu orang yang 'i dont have fun at Dufan' : Im not one of the adrenaline junkie. In fact, i think rollercoaster is the most ridicolous thing human ever invented. Penyebab awalnya cuma satu, saya takut ketinggian. Haha.. Tapi hari ini saya terpaksa, dipaksa, mau tidak mau, saudara yang datang jauh-jauh dari Medan ingin bertandang ke sana. Terpaksalah, dipaksalah, mau tidak maulah saya mengantar dua begundal ke sana. Zzzz lagi puasa pula. -_-

Image and video hosting by TinyPic
Trans Studio Bandung, sepengamatan saya, kira-kira sebelas dua belas dengan the one and only Dufan. Perbedaannya hanya dari lokasi Trans Studio yang dibuat indoor, sehingga tidak perlu kuatir kepanasan :) Kekurangannya : tentu saja jadi no-smoking area, which is.. yaa begitulah. :p

Image and video hosting by TinyPic

Salah satu kelebihan dari Trans Studio versi saya adalah terdapat pertunjukan teater spektakuler lengkap dengan penari yang digantung di langit-langit serta koreografi yang menarik. Cerita yang dibungkus juga cerita tradisional masyarakat Jawa Barat dengan tokoh utama Kabayan, dibumbui dengan komedi dan drama. Interesting. :)

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Dengan tiket masuk Rp. 200.000,- (weekend) dan Rp. 150.000,- (weekdays) saya merasa Trans Studio terlalu overrated. Wahananya hanya berjumlah sekitar 20 buah. Saya datang pada hari Senin pagi, dimana Trans Studio terlihat sangat lenggang. Tidak kebayang kalau datang disaat weekend. Penuhnya pasti luar biasa dan oh ya Trans Studio ini aslinya kecil lho. Mungkin kamu sudah bisa menarik kesimpulan dari tayangan-tayangan bagian itu-itu saja yang diputar di Trans Tv. :p

Yang lebih menyebalkan, ada tiket VIP. Dengan membayar tambahan Rp. 200.000,- kita akan mendapatkan tiket VIP, dimana sang pemegang tiket akan mendapat privillege tidak perlu mengantri lama untuk sebuah wahana. Kebayang ga kalo lagi antri lama dan tiba-tiba ada orang yang didahulukan karena dia membayar lebih mahal? Hihi.. Konsep VIP yang aneh.

Image and video hosting by TinyPic

Anak yang saya asuh berfoto bersama Jeng Kelin which is kinda remind of this conversation with Dad. :p

Dad : De, Jeng Kelin itu kasihan ya?
Me : Kenapa gitu?
Dad : Yaa kasihan aja, nyari duit aja sampai harus kaya gitu.
Me : ...


***

Tuesday, July 26, 2011

Tomorrow



this. is what ive been writing for the last six months.
this. is what im gonna have to defend. by tomorrow.

Wish me luck. :) *nervous smile

Tuesday, July 12, 2011

story from a messenger

So. After an hours of thinking. I finally realize. This isn't jealousy, its not even something lame called 'love'. Its about how I hate him so much. Jujur saya menikmati setiap tangisannya untuk saya, I like that. Rasanya seperti, "Nah.. Ini lho rasanya. Rasakan?". I just simply don't want him to be happy. Period.

But that'd be wrong.
I kept this in my mind, for years. About how I want to ruin his life. A revenge. But then I was thinking "If I hate him so much. Why bother still kept him in my thought?"

A couple days ago, when I was in Thailand. I remembered the road we've walked through, the beach, the seven eleven store, this thought slipped through my mind real fast. So I've decided to bring him something. As for now, right at this time, me writing this and starring at the things I bought for him, seriously I feel like an idiot. Haha! What the fuck am I doing?

But it is? Maybe its just a disappointment. My dissapointment. That now i know there wont any even one good reason to stay. All the good reason were gone. Of course he never change. At all. So I said, thanks for the five years of shit. Really taught me how to behave. I have made up my mind. I really should letting go this anger, this disappointments, this hopes and useless dreams.

Lets just live for today and tomorrow and after. No more anguish. That's it.

It's because I like you, I don't want to be with you. It's a complicated emotion. –Marlin (Finding Nemo)

...